Cerita tentang Branding

Jumat, Juni 26, 2020

Semenjak gua tahu tentang ci Kiki Siantar lewat instagramnya, @mmehuillet, lama-lama standar hidup gua meningkat. Ci Kiki yang selalu share produk-produk yang dia pakai dan review produk sejujur-jujurnya membuat mindset gua tentang sebuah produk menjadi lebih berbeda. Dulu gua gak terlalu mementingkan brand. I don't really care about it. Misal mau beli sepatu, ya sepatu online tanpa merk aja udah okay. Tapi sekarang jadi pengen punya sepasang sepatu Ittaherl. Dulu beli baju tidur asalkan yang satin udah okay, tapi sekarang jadi pengen punya satu set Fleure Sleepwear. Sesuatu barang yang dulunya gua biasa-biasa aja, tapi kini jadi ingin memiliki yang kualitasnya bagus, top markotop.

Coba kita lihat ya barang apa yang gua beli setelah mengetahui tentang "Branding" ini?
- Sendal Vionic Shoes
- Celana dalam Chantelle
- UVCare Vaccuum Cleaner
- Tescom Hair Dyer

Harganya juga gak kalah top yah. Sendal aja sejuta, celana dalam ratusan ribu, hair dryer jutaan. Aku yang dulu mungkin sudah pingsan, tergeletak tak sadarkan diri mendengar harganya. HAHAHA.

Terhipnotis aku tuh. Ter-brainwash. Aku jadi ingin sesuatu yang di rekomendasikan oleh orang lain. A real recommendation yah. Bukan sekedar review produk biasa. Kalau cari sesuatu produk pun, kalau bisa cari yang terbagus dan rata-rata harga memang mencerminkan kualitas yah. Kalau harganya terlalu murah, aku skip. Harganya standard boleh dipertimbangkan. Semakin mahal harganya, makin meilirik tapi tetap bertanya-tanya apakah ini worth it?

Apalagi kalau brand tersebut memiliki personality dan marketing yang kuat, pasti ku lirik-lirik dari jauh.


Selain tentang branding sebuah produk, cara pandangku ke sharing-an di instagram pun berubah.

Aku dulu masih blogger yang menerima produk-produk untuk di ulas. Bukan rekomendasi yah, tetapi review produk tok. Tapi sekarang, aku jadi gak terima lagi review seperti itu. (Ya emang pada dasarnya gak ada yang ngasih lagi sih LOL) Sekarang di keseharian Instagram ku, aku post tentang anakku, dan hari-hariku. Kalau aku ketemu suatu produk yang emang bagus, aku akan share di instagram. Walau rata-rata produk yang aku share, aku jual juga. HAHA Kan biar cuan guys.

Aku menjual produk yang aku pakai. Jadi aku gak sembarangan jual barang ya. Bukan asal cap cip cup, jual, dapat untung. Aku hanya akan jual barang-barang yang aku memang pakai, atau yang aku percaya itu merupakan barang bagus. Makanya tag line toko ku adalah Specially Curated Items. Beberapa produk yang di rekomendasikan oleh ci Kiki juga ada di tokoku, karena aku merupakan salah satu official resellernya UV Care.

Aku berharap aku bisa punya personality dan personal branding yang kuat. Tapi rasanya itu butuh effort lebih. Dan sayangnya, effort-ku kurang. Keinginan (baca: kekhayalanku) lebih kuat dibanding effort-nya. Jadi aku kelelep duluan. Doakan ya, aku punya keinginan untuk punya personal branding yang kuat, tetapi didukung dengan effort yang pantas. Sehingga BOOM! Mantap betul. Aliceolice who? HAHAH

Berbicara tentang personal branding, apa yah yang di lihat dari seorang aliceolice? Aku mau bilang aku adalah lifestyle blogger, tapi entah lifestyle apa yang ingin ku tunjukkan. Aku sering berbicara tentang keuangan dan aku sangat suka itu, walaupun aku tau teman-teman disini memiliki kondisi keuangan yang jauh lebih baik dari aku. Tapi suka aja gitu sharing hal-hal berbau finansial. Apa aku jadi financial blogger aja ya? Ada ga sih yang tertarik bahas uang, selain diriku sendiri?

---

Duh, kelamaan ga nulis jadi rasanya amburadul ya tulisanku. Hahaha, semoga anda tidak kebingungan membacanya. Sekian dulu, bye~




  • Share:

You Might Also Like

0 comments