Wisata Kuliner di Medan

Minggu, April 15, 2018

Satu target tahun ini akhirnya tercapai! WISATA KULINER DI MEDAN! :D Rasanya emang gak lengkap yah kalau ke Medan tapi gak makan makanan yang luar biasa banyak dan enak-enak. Ya iyalah, namanya juga hometown. Udah gak perlu diragukan lagi lah kesukaan gua. Hahaha

Actually, hampir semua makanan yang pernah gua bahas di 10 Makanan Indonesia Terfavorit ingin gua makan juga setiap kali gua balik Medan. Nasi padang, sate padang, nasi sayur, BPK, dan Misop. Beuh~ Sayangnya, karena keterbatasan waktu, gua hanya bisa memuaskan (nah lho) beberapa makanan. Tapi walau begitu, porsi makanan gua saat di Medan tak kalah banyaknya!




Let's start with Day-1. 



Begitu sampai di Medan, gua makan rujak teng teng di Lubuk Pakam. Ada banyak pilihan buah tentunya, mulai dari nanas, bengkuang, jambu, you name it, sampai sayur asin. Tak lupa minuman pelengkapnya es teler dan es koteng.

Sehabis makan rujak, kami ke tempat tinggal sementara sebut saja nama tempatnya, Mawar. #eh Sebut saja Rumah Mawar. Kami menaruh koper dan siap-siap lagi karena ...

bakalan makan malam di Jalan Yoserizal. Siapa sih yang gak kenal dengan jalan ini yang begitu terkenal. Saking terkenalnya, sepanjang jalan jual makanan. Tetapi terakhir kali gua pergi kesini, beberapa gerai tutup. Entah karena memang tutup, atau tutup sementara. Idk.

Kami memesan popia yang pertama kali dipesan, tapi terakhir kali sampai karena nunggunya nauzubillah lamaaaaaaaa banget!, sop pangsit dan ak bihun KAKA yang endolita babanero (baca: enak banget) supnya bikin nagih, sate padang kambing yang susah banget dicari di Jakarta karena biasanya dagingnya dari daging sapi, kodok goreng, nasi campur. Em, kita makannya comot sana comot sini jadi semuanya tercicipi. Udah cukup banyak belum?

Kalau belum, kita lanjooot. Martabak Telur India yang pakai kari ayam. Harusnya sih kari kambing, tetapi penjualnya cuma sediain kari ayam. Plus roti cane dengan gula-gulanya. Kalau gak salah dua menu ini murah banget,cuma Rp 20.000an aja. Rasanya? Wenak.




Let's start Day 2!


udah siap, bang?

Kami bangun pagi untuk sarapan bubur babi di Pajak Beruang. Berbeda dengan bubur Jakarta yang pakai kacang, emping, dan kecap manis (??). Bubur Medan lebih menonjolkan rasa asin. Karena pakai kecap asin. Kalau pakai kecap manis, rasanya manis. #apaansih. Bubur babi yang gua maksud bukan memakai daging babi yah, tetapi usus, dan hati babi yang 'disemur kecap' atau biasa disebut juga dengan tok-tok. Tak lupa juga cakwe nya yang ukurannya jauh lebih besar dan berasa dibanding cakwe yang biasa gua dapat dari tukang bubur Jakarta.

Lanjut, sehabis makan bubur, kami hunting makanan lagi hingga ke SIANTAR yang mana memakan waktu lebih dari 6 jam pulang-pergi. Well, demi sepiring BPK, perjalanan jauh pun dilaksanakan sampai pantat pegel-pegel. Sesampainya di Rumah Makan Singgah Ham, ternyata tempat tersebut memang rame banget. Sekali masuk, asap bakarnya saja langsung terasa hingga ke perut. Kami pun langsung duduk dan memesan makanan.

Mungkin memang pada dasarnya sudah lapar yah, jadi babi yang porsi 1kg itu habis dalam sekejap (atau dua kejap).




Setelah perjalanan panjang ke Siantar, kami balik ke rumah mawar untuk bersiap-siap lagi. Gua udah janji sama teman-teman Mayleen Medan untuk meet-up bareng di Sun Plaza. Which kita ketemuan di Uncle K yang namanya pernah gua sebut anklek. Literally, gua bener-bener sebutin anklek. Padahal seharusnya dibaca "Angkel Kei". :"D Gua memesan nasi goreng yang ternyata lumayan enak, dibanding makanan Uncle K lain yang aneh rasanya, sorry to say. :/


Day 2 is over, sekarang kita sudah di day 3.

Karena tujuan utama ke Medan adalah tak lain tak bukan untuk Cheng Beng. Maka pagi-pagi sekali, kami sudah berangkat ke pemakaman. Tak lupa ketika di tanjung morawa, gua makan cing cong fan, kue lobak dan jajanan pasar lainnya. :"D

Setelah cheng beng, kami makan di sebuah restoran yang terletak dekat Sun Plaza. To be honest, gua sendiri pun gak tau ada restoran itu. Rumah Makan Bintang Bawal namanya. Dibilang nasi padang juga bukan. Sejenis nasi sayur gitu deh. Sayangnya gua gak foto apa-apa disana haha I'd say jantung pisang nya lumayan enak. Di dalamnya ada kincong, yang udah jarang banget gua makan. Jadi memakan jantung pisang yang berisi kincong dan beberapa sayur lainnya membuat rasa nostalgia kembali. Ceilah.

Sehabis dari Rumah Makan Bintang, kami keliling seantero Medan dan sekitarnya. Lalu di malam hari, kami makan di restoran Nelayan. Biasanya, gua dan Sis selalu makan restoran Nelayan yang di Merdeka Walk. Menu yang kita makan pasti ada pancake duriannya. Dan beberapa dim sum lainnya. Bahkan restoran Nelayan lah yang membuat gua jatuh cinta pada pancake durian pertama kali. Kelezatannya, kelembutannya, wuihh bikin ngiler~ Anyway, di malam itu, kita gak makan dimsum, tapi makan makanan chinese food. Lagi-lagi, gua juga gak foto. Hehehhe

Nah, setelah makan di restoran Nelayan, gua pun lanjuuuuut makan lagi di jalan Semarang. Yang mana full of food dan parkirannya selalu penuh. Gua makan sate padang dan labi-labi disana. Sate padangnya endolita babanero~ Sementara labi-labinya... kurang. Mungkin karena gua udah kebiasaan makan labi-labi yang di jalan Logam yang rempah dan bumbunya terasa banget. Sehingga rasa masakan labi-labi orang lain jadi kebanting. :-)




Kenyang, bren? 

SUPER. Udah mau meledak. :D

Day 4

Pagi-pagi, gua udah ke sekolah tercinta SUTOMO 1. Bukan buat ketemu guru lagi. Apalagi ngambil buku tahunan yang udah 4 tahun gak gua ambil. Tetapi . . . beli sarapan nasi sayur ibu. 

Sumpah ini nasi sayurnya enak banget. Telur dadarnya luar byasa enak. Dan harganya murah, cukup Rp 10.000 aja udah makan kenyang dan enak disini. Tapi lucunya, lu cuman boleh pilih satu lauk saja disini. Jadi misalnya lu mau pakai telur dadar, lu gak boleh tambah perkedel. Bahkan kalau mau tambah duit, pun gak dikasih sama ibunya. Katanya biar yang lain kebagian. :"D

percayalah, tampilannya agak amburadul, tapi ini super enak

Nah, habis makan nasi ibu, kita ke komplek cemara asri buat ngemil lagi. Ada mochi, kauci, siomay, mie pangsit, cing cong fan, kue lupis, dan beberapa kue lainnya.




Ini udah hari terakhir kita di Medan. Our last meal di Medan, atau lebih tepatnya di lubuk pakam adalah chinese food. Ini momen paling terburu-buru karena kita udah mau ketinggalan pesawat. Menu makanannya adalah bebek bakar, cumi goreng tepung, udang goreng, ikan tim, sapo terong. Enak semuanya. Tapi makan dengan kecepatan yang lebih dari biasanya. Gua juga gak mengambil foto apa-apa disana. :"D

Yang bikin jengkelnya adalah. . . ketika kita udah makan cepat-cepat. Pergi ke bandara cepat-cepat. Sampai nekad menerobos antrian panjang cepat-cepat. Cuma untuk mengetahui kalau pesawat kami delay 40 menit. Kan kim*k. KZL. Bzzz


Sepulang dari Medan, kami makan lagi nasi padang sebagai makan malam. Tapi . . . karena udah makan terlalu banyak di Medan, alhasil gua gak sanggup makan nasi padang tersebut sampai habis.

Timbangan naik berapa, bren?

Well, di hari ke 2 dan ke 4, gua BAB lumayan banyak. Apalagi pencernaan gua lumayan dashyat kayak ada setan di dalamnya. Jadi timbangan gua naik...

sekilo.


Bagi gua yang ingin menggendutkan badan sekurang-kurangnya 5 kilo lagi, gua merasa gemeshhhh. Udah makan begitu banyak cuman nambah sekilo... Itu mah gua beberapa hari di Jakarta udah turun lagi. Dan benar aja, ketika gua menulis tulisan ini berat badan gua 49.9kg. Ya robiiii....


  • Share:

You Might Also Like

1 comments