Dead Sea Mask + Himalayan Polisher Pinklab.co

Minggu, Oktober 22, 2017

Ini adalah produk yang gua pantengin like almost every single day. Dan sampai sekarang juga masih tetap gua pantengin terus (instastory). Ini adalah Dead Sea Mask dan Himalayan Polisher dari PINKLAB.CO. Oh, dan juga brush-nya.

I think everyone is feeling hype with this product and I am giving it a try since I have skin problems too! So, is this product worth the hype??




To start things off, gua menunggu lama, like, lamaaaaa banget buat mencoba pinklab.co. Gara-gara masalah pengiriman yang sedang red-line terus menerus. Gua harus menunggu sekitar sebulan lebih hingga benda ini sampai di tempat gua. Gimana rasanya menunggu barang yang lu tunggu-tunggu dan lu ga sabaran banget buat pakai? Ya gua tanyain terus penjualnya "kapan ready yah? kapan bisa dikirim yah?"

Anyway, gua beli satu set produk pinklab.co seharga Rp 330.000 dari @pinklab.cojakarta. Gua rasa ini adalah resellernya pinklab karena pengirimannya dari Jakarta. Yah lumayan menghemat ongkir di gua karena gua tinggal di Jakarta. Tetapi sayangnya, walaupun gua membeli produknya secara lengkap alias satu set, gua tidak mendapat box khusus. I feel sad. :(



Pinklab.co saat ini hanya punya tiga produk, yaitu Dead Sea Mask alias lumpur laut mati, Himalayan Scrub alias scrub dari garam himalaya, serta mask brush alias kuas masker. Cuma tiga produk tapi waktu tunggunya mantap sekali, sekitar sebulan lebih.


Okay, langsung aja deh gua akan memberikan honest review buat produk-produk Pinklab.co ini.


Kita mulai dari Pinklab.co so-called Brush. 




Harga : Rp 70.000

Kuas masker yang satu ini warnanya girly banget, campuran antara pink, silver, dan putih. Hal negatif yang bisa gua temukan dari brush ini adalah bentuk batang kuasnya yang terlalu gendut sehingga agak kurang greget kalau dipegang.  Hanya hal simpel sih, dan gua rasa ada juga orang yang suka bentuk kayak begitu. Tapi gua sih gak begitu suka. Satu hal lain yang perlu di perhatikan adalah kuas ini bisa membuat pemakaian masker menjadi mubazir. Karena ketika kita mencelupkan kuas ke masker lalu mengaplikasikannya ke wajah, pasti akan ada masker yang tertinggal di brush itu sendiri. The brush will consume your mask. 

SPECIAL NOTE :Brush nya gua foto pas masih setengah basah karena baru gua cuci. Setelah kering, aslinya lembut banget kok. 

Sementara itu, untuk kualitas brush-nya sendiri memang sesuai dengan apa yang dijanjikan. It is a high quality brush indeed. Gua udah mengoles Dead Sea Mask dengan kuas ini sekitar belasan kali, tapi warna brush ini masih tetap putih bersih. Padahal kan Dead Sea Mask itu lumpur abu-abu gitu yah. Tapi sekali dibersihkan (which is very easy to clean!), langsung putih bersih. Not to mention, brush dari Pinklab.co ini gak nusuk kulit kita. Aduh, gua benci banget kalau ada brush yang sifatnya menusuk kulit, because it hurts so freaking bad like a cheated man :( 


Next, we have Himalayan Polisher. 



Harga: Rp 130.000

Sedikit penjelasan untuk Himalayan Polisher :

Garam Himalayan Pinklab.co ini mengandung hingga 98% natrium klorida. Sisa garam mineralnya, seperti potasium, magnesium, dan kalsium, yang memberi warna garam secara alami menjadi merah muda. Secara lansung himalayan polisher dapat mencegah breakout yg terdapat di kulit kalian dan bagus untuk membersihkan pori-pori yg ada di kulit. Himalayan polisher juga dapatkan menyeimbangkan PH pada tubuh yang dapat mencegah kulit sensitif (atau pun yang biasanya kulitnya suka merah-merah). Selain itu, dia juga bisa mencegah bau badan juga loh, jatuhnya seperti body detox. Himalayan polisher cocok banget utk semua tipe kulit terutama untuk kulit yg berminyak dan berjerawat, karena himalayan polisher mengandung antiseptik alami. Produk ini juga bisa dipakai untuk menyamarkan bekas jwrawat atau selulit dengan mineral yang terkandung di dalamnya. (sumber: instagram.com/pinklab.co; dengan sedikit perubahan)


Basically, ini adalah scrub yang bisa dipakai baik di muka ataupun di badan. Bagi gua sendiri, scrub nya itu agak kasar di muka tapi terlalu lembut di badan. Teksturnya itu tuh berada di tengah-tengah ambang sensitifitas wajah dan badan. (#halah ntah ngomong apa)




Gua tidak merasakan wajah yang kesat ataupun serasa diangkat bersih oleh Himalayan Polisher layaknya scrub lain yang biasa gua pakai. Instead, I feel greasy. Mungkin karena Himalayan Polisher ini dilengkapi dengan berbagai natural oil, seperti Jojoba Oil, Macadamia Ternifola Seed Oil, Safflower Seed Oil, Avocado Oil, Sweet Almond Oil, dan juga Shea Butter, sehingga membuat kesan berminyak setelah di basuh air biasa. Hal sama juga gua rasakan ketika gua pakai scrub ini di badan. Walaupun greasy-nya gak sampai segitunya juga yah, tapi gua rasa akan lebih baik jika dibilasnya dengan air hangat saja.



Gua sendiri suka dengan warna pink. Scrub ini juga ternyata warna pink dan Pinklab.co menyebutkan bahwa warna pink tersebut terbentuk secara alami dari mineral-mineral yang ada! That's so cute! Untuk wanginya, gua gak bisa berkomentar banyak karena gua sendiri bingung. Apakah gua menyukai wanginya atau tidak? Sebelah jiwa gua mengatakan iya, namun sebelah otaknya lagi mengatakan tidak. Jika lu sudah pernah mencoba Himalayan Polisher, silahkan komentar di bawah apakah kamu suka dengan wanginya atau tidak.



FINALLY, LAST BUT NOT LEAST, THE HYPE DEAD SEA MASK!




Harga: Rp 130.000

Again, sebelum gua memberikan review gua, silahkan baca informasi berikut tentang Dead Sea Mask :

Dead Sea Mask pinklab.co mempunyai sirkulasi yang membawa nutrisi penting dan oksigen ke sel-sel Anda dan mengangkat kotoran yang ada dari pori-pori kalian. Dead Sea Mask pinklab.co mengandung mineral, seperti natrium, klorida, magnesium, potassium, zat besi, dan kalsium, sehingga dapat memberikan nutrisi pada kulit. Mineral seperti magnesium, sodium dan potassium mengembalikan kelembaban kulit, membuatnya sehat dan halus. Manfaat lain dari Dead Sea Mask pinklab.co adalah dapat mengurangi tanda penuaan, meningkatkan sirkulasi, mengecilkan pori-pori besar, membilas komedo dan membantu membersihkan jerawat. Meski masker lumpur alami tidak ideal untuk pengelupasan kulit, namun sangat bermanfaat bagi semua tipe kulit termasuk juga mereka yang punya kulit berminyak, kering dan berjerawatan. Dead sea mask pinklab.co mempunyai tekstur yg halus dan dirancang untuk diterapkan langsung ke kulit wajah dan sangat menyerap minyak, menghaluskan keriput dan mengencangkan kulit saat lumpur mengering.
.(source: www.instagram.com/pinklab.co; dengan sedikit perubahan)


Kalau tadinya gua bingung apakah gua menyukai wangi Himalayan Polisher, sekarang gua sih yakin bahwa gua menyukai wangi dari Dead Sea Mask Pinklab.co. Sempat merasa aneh sih, kok gua suka wangi lumpur yah? Setelah gua perhatikan kembali, mungkin karena ada tambahan bahan-bahan lain yang ada dalam masker lumpur ini sehingga wanginya luar biasa. It's so relaxing!




Selain dari wangi, gua suka banget dengan kepraktisan yang di tawarkan. Ditambah lagi dengan kuas maskernya. Mereka adalah kombinasi sempurna untuk merawat diri secara praktis! Super gak ribet. Tinggal oles-oles, tunggu kering, lalu bilas. Gua lebih suka masker yang gak ribet seperti masker lumpur ini daripada masker kering yang harus dikasih air dulu baru di oles. Soalnya, gua sering gagal meracik masker kering :( Kadang airnya kebanyakan yang berujung pada gua menambah bubuknya lagi. Dan alhasil, kebanyakan dan akhirnya mubazir. Haiya.


Dead Sea Mask gua simpan di dalam kamar, tergeletak di atas meja. Dan sampai sejauh ini, belum ada tanda-tanda kekeringan. Kalau di lihat dari kemasannya sih, masker ini bisa bertahan hingga 2 tahun setelah masker ini dibuka. Jadi, ini bisa dipakai untuk jangka waktu yang lama. (Himalayan Polisher juga sama)

Yang gua rasakan ketika selesai membasuh dengan masker lumpur ini adalah . . . biasa saja. Gua lumayan kecewa sih. Lagi-lagi, gua melihat kembali testimonial-testimonial yang di share di instastory nya Pinklab.co. Banyak yang bilang muka mereka kenyal lah, komedo hilang lah, segala macam lah. Tapi gua merasa biasa aja. Apa mungkin karena gua terlalu cuek jadi gua gak merasakan perubahan yang signifikan?

Oh! Tapi gua ingat! Entah karena hormonal atau apa, sewaktu-waktu ada jerawat nongol tuh di jidat dan di pinggir mata. Pas malamnya gua pun mencoba memakai masker dead sea mask. Besok paginya, jerawat yang tadinya sudah mau beranjak dewasa terlihat tak berkutik. Jerawat nya memang gak jadi tumbuh besar, tetapi bekasnya masih terpampang nyata tak terkecuali bekas jerawat yang ada di pipi gua sedari dulu. 


Ketika gua memakai serangkaian produk ini untuk pertama kalinya, jujur saja gua tidak mengalami perubahan yang WOW banget seperti yang biasanya terpampang di instastory mereka. Di instastory yang mereka bagikan adalah testimonial dari customer-customer yang telah memakai produk mereka. Lots of them are good compliment (ya of course lah). Anehnya, rata-rata kalau dilihat mereka langsung merasakan perubahan setelah 3 kali pemakaian atau lebih. Tapi gua sendiri, engga merasa begitu. Gua langsung curiga apakah produk yang gua beli asli atau tidak. Tapi setelah di lihat-lihat kembali, ya emang asli sih produk yang gua beli. Terus, masalahnya apa dong? Sekitar 7 kali pemakaian, bekas jerawat gua masih tetap ada. Oleh karena itu, agar tidak putus asa, gua pun setiap hari melihat instastory pinklab.co. Guna memberikan sugesti agar gua merasa ADA perubahan signifikan.

SO, IS THIS PRODUCT WORTH THE HYPE?

Sejujurnya, gua juga belum tau. :( Brush nya OK. Scrub-nya OK walau agak greasy. Maskernya wangi, praktis, dan sejauh ini gua gak ada masalah sama mereka. Namun, problem utama gua sekarang adalah: ACNE MARKS yang belum menemukan titik pencerahan. :"(  Gua udah memakai produk ini lebih dari sepuluh kali. Tetapi bekas jerawat gua masih ada dan jelas. Oleh karena itu, gua akan mencoba memakai masker dan scrub pinklab.co lebih lama lagi sebelum gua bisa memutuskan. I will get back to you soon! Bye~

  • Share:

You Might Also Like

0 comments