Pemancingan & Rumah Makan Bakoel Desa

Selasa, Agustus 22, 2017

Happy Independence Day, Indonesia!
Dirgahayu Republik Indonesia yang ke -72!

---

Hari itu merupakan hari libur nasional. Gua juga mendapat jatah libur tapi gua gak tau mau kemana. But, fortunately, gua punya Troton yang mau ngejemput gua di hari libur ini! :)


Di jalan menuju rumahnya, gua merasa kami berbicara lebih banyak dari biasanya. Mungkin karena dia datang dengan kejutan yang membuat gua tertawa kaka-kiki. Gimana engga? Dia jemput gua pakai mobil. Dari luar keliatan keren banget gitu kan. Begitu gua masuk, ettttdahh! Dia cuman pakai t-shirt putih dan celana boxer pendek motif BEBEK! You know, that little cute duck?

ROTFL!!! Why u so cute?

"Ya kan aku langsung jemput kamu, gak mandi lagi!" katanya dengan bibir yang dibuat-buat seperti bebek juga. HAHA Ternyata dia belum mandi, yaelah. Untung gak bau-bau amat. :"D



Begitu sampai di rumahnya, ada nasi dan juga emie. Gua yang lapar karena belum sarapan dari pagi sementara waktu sudah menunjukkan pukul 11 lebih, pasti memilih untuk makan. Gua pilih emie karena jarang bisa gua cicipi di daerah gua sendiri. 

Setelah makan emie, Troton nyeletuk, "Mandi, mandi, kita pergi makan ke Bakoel Desa, yuk!"

Ah elah, baru juga makan...

Sekitar 2 jam kemudian, kami pun berangkat ke Bakoel Desa yang terletak di Jl. Raya Pipa Pertamina, Dadap Tangerang. Gua seperti biasa, manusia yang lemah ketika sudah berada di mobil (bahkan motor!), sesekali tidur selama perjalanan. Hehhehe. Yang gua ingat adalah jalan masuk ke "desa" tersebut cukup kecil. Kalau mau di lewati oleh 2 mobil pun harus dempet-dempetan atau mobil yang satu nya menyepi dulu mempersilahkan mobil yang lainnya lewat. Untungnya saat itu gak banyak mobil yang lalu lalang, jadinya lebih santai. Jika kalian sudah ke jalan raya pipa pertamina itu, kalian pasti akan menemukan banner-banner "Pemancingan & Rumah Makan Classics" bertebaran di jalan. Nah, Bakoel Desa itu letaknya tepat di seberang si Classics ini. Kalau kalian mau ke Bakoel Desa ya ikutin aja banner-nya Classics. Hehehe. 


Sesampainya di Bakoel Desa, kami"disambut" oleh seorang anak kecil yang menjadi pemandu kami selama memancing disana.  Si kecil ini rupanya juga bisa mancing loh. Apalah daya gua yang selalu ikut bokap pergi ke pemancingan tapi kaga bisa mancing. Yah, emang gak hobi sih. Hehehe...




Kami membawa pancing sendiri. Tetapi ternyata disini alat pancing dan umpannya disediakan gratis!

Setelah beberapa lama tidak mendapat ikan di saung pertama, kami pun beralih ke saung kedua. Benar saja, begitu pindah, gak berapa lama kemudian, ikan langsung menyambar umpan kami. Tapi sayang, mereka begitu pandai mengambil hanya umpannya saja. 





Selain mancing di tambak, ternyata kita juga bisa mancing di tengah laut. Lihat  foto di atas ini. Di tengah-tengah sana ada beberapa saung. Dengar-dengar sih, sewa saungnya sehari 15.000. Kalau kamu dapat ikan pun itu gak bayar lagi. (Ya kan langsung dari laut nye)




Anyway, ini fitur yang paling gua SUKA dari Pemancingan Bakoel Desa : 


Serasa di pantai gitu kan. Hahhahaa. Saat duduk di situ memandangi desiran ombak yang menghantam batu, anginnya berhembus lumayan kencang. Rasanya santai banget. Saking santainya, gua melanjutkan jurnal yang sudah 2 hari tidak gua isi disitu. Padahal gua jarang banget nulis jurnal selain dirumah dan di kantor. 

Tempat duduknya juga lumayan bersih loh. Ada beberapa meja makan dan tempat duduk terbuka. Mereka juga memperbolehkan kita membawa makanan dari luar. 

Memancing selama beberapa lama, kami pun mendapat 3 ikan kerapu. Salah satu ikan tersebut ukurannya lumayan gede sekitar 2kg. Namun, karena terlalu besar, kami memilih untuk melepaskannya karena ikan kerapu segede itu katanya kurang enak jika di masak. Eits, sebetulnya jika sudah berhasil memancing ikan, ikan tersebut tidak boleh di lepas. Tapi si anak kecil tadi membantu kami melepaskannya secara diam-diam. Thankyou loh dek. Melepas ikan juga baik kok. :)

Kami pun meminta mereka untuk memasak 2 ikan yang sudah kami tangkap tadi. Kami menunggu cukup lama sampai akhirnya pindah tempat duduk ke dekat tempat masuk. Disana, matahari sudah mulai terbenam. Warna jingganya indah sekali,  serasa sunset gituch, seperti kuning telur saja! Tetapi sayang gua tidak memotretnya. Padahal, cakep banget. :(

Si Troton mengejek gua dengan pertanyaan, "Kalau mataharinya disitu, berarti itu di barat apa timur?"

Hmmm... Dia tahu banget gua buta arah. Untuk tahu mana timur dan barat aja, gua masih harus nyanyi, "Timur, Tenggara, Selatan, Barat Daya~ Barat, Barat Laut, Utara, Timur Laut~" dengan gerakan memutar seperti waktu SD.

Iyah iyah, matahari terbit di timur dan terbenam di barat! 

"Kalau kamu terdampar di laut mah, kamu gak bakalan tahu udah jam berapa terus kamu lagi di arah mana!"

Gua jawab aja, "Aku gak mungkin ada di tengah laut (sendirian)!"
Iya emang benar kan gua gak mungkin di tengah laut sendirian.  Kan gua pasti bersama dia. #eaaaaa #maafreceh

Makanan pun datang~
Kerapu pertama di tim.
Sementara Kerapu kedua dimasak sop.
Kami juga memesan gado-gado dan nasi sebagai pelengkap.

Begitu mencoba kerapu tim nya. . . Lidah ini keriting karena kuahnya cukup asin. Tapi, daging ikannya sih enak. Sementara sopnya, gua gak tahu itu sop apa tapi rasanya gak cocok aja ada ikan di sop itu. Hahaha. Rasanya juga gak begitu nancep karena gua gak mencicipi banyak. Sementara nasi bakul yang mereka berikan ternyata dingin dan menurut gua tidak seperti nasi yang biasanya. Nasinya membuat gua susah nelen karena seperti banyak kerikil di dalamnya. Entah itu kerikil atau bukan karena gua langsung sisihkan tanpa mencobanya. Gado-gadonya sendiri lumayan bisa dimakan, tetapi sayangnya kerupuknya seperti sudah kadarluasa. Sebelum makanan utama itu, kami memesan tahu kipas dan tahu bandung sebagai selingan. Sayangnya, tahu kipasnya terlalu berminyak dan tahu bandungnya gak sesuai selera gua. Aneh. Sadly to say, makanan di Bakoel Desa tidak bisa diharapkan. :( 

Bakoel Desa memang tempat yang enak buat memancing ataupun menyantai, tetapi setelah berhasil dapat ikan, rasanya lebih cocok buat dibawa pulang dan masak sendiri. Hehehe

Selesai makan, kami pun mengantri untuk bayar. Ternyata antriannya lumayan loh! Setelah beberapa lama, akhirnya selesai dan kami pun pulang. Di tengah perjalanan, gua dibelikan mie goreng aceh. Lumayan sebagai pencuci perut hidangan tadi. Hehehe

See you on our next trip! Bye~
Terimakasih sudah membawa aku jalan-jalan setiap minggunya, Troton. <3

  • Share:

You Might Also Like

0 comments