Nasi Padang Ter-Sederhana

Minggu, Maret 19, 2017

Kala itu merupakan penghujung bulan bagi gua. Di luar sedang hujan deras menyebabkan sebagian jalan tergenang dan ada pula yang banjir. Di balik kamar itu, gua menyendiri, bersatu dengan melodi. Engga, ding. Paling cuma tidur-tiduran di kasur untuk mencapai pw, aka posisi wenak. Walau hanya tidur-tiduran tanpa aktivitas yang berarti, perut gua memberikan sinyal lapar ke otak.

Krrrrlll Krrrl
(Insert hungry stomach sound)

Tak ada indomie. Di luar hujan. Jalanan banjir.

Satu-satu nya cara yang terlintas di pikiran gua adalah memanggil pahlawan penunda lapar: Go-Food powered by Go-Jek.

Gua masih ingat banget, saat itu benar-benar merupakan "akhir bulan"-nya gua. Makanya gua hanya bisa mengeluarkan recehan-recehan di dompet, serta merogoh beberapa keping uang koin di tabung koin. Terkumpullah uang seadanya.

Gua membuka aplikasi Go-Food dan segera memilih Nasi Padang Sederhana. Gua sangat lapar, dan nasi padang adalah makanan yang paling pas untuk itu. Tetapi karena uang gua jumlahnya limited edition saat itu. Gua pun memilih lauk makanan yang paling murah yaitu Telur Dadar. Jika ditambah dengan nasi harganya hanyalah Rp 14.000. Lumayan...

Nasi Bungkus + Telur Dadar + Ongkir . . . Order . . . Waiting for Driver . . .

Tak berapa lama, gua mendapat panggilan tak dikenal yang diduga adalah Gojek.


"Halo?"


"Iya, halo?"

"Ibu ini dari Gojek. Pesanan nya sesuai aplikasi ya?"

"Oh, iya pak. Sesuai aplikasi, nasi sama telur dadar. "

"oke bu...tunggu sebentar ya"

"Oke."


Setelah menutup telpon, gua pun menyiapkan kepingan koin. Lalu kembali tidur-tiduran di kasur. Abang Gojek akhirnya datang setelah sekitar 15 menit atau lebih. Gua pun keluar, bersama irama koin-koin. Ada yang 500 ada juga yang 1000.

"Ini mba... Totalnya, 23.000"
(actually gua lupa totalnya berapa, tapi sekitar segitu lah)

Gua yang hanya menyiapkan uang 15rb terdiam sejenak. Kok mahal? Gua pun kembali ke dalam kamar dan merogoh beberapa recehan lagi. Untungnya masih ada. Fiuh. Gua menukarkan sebungkus nasi padang dengan uang koinan.

Gua pun membawa masuk nasi padang dan menaruhnya di meja. Tapi rasa aneh menghinggap di dada. Ini kenapa nasi padangnya ada dua bungkus ya? Satu bungkus besar dan satu lagi bungkus kecil. Hmm...

Gua pun membuka bungkus besar terlebih dahulu.

Dan betapa terkejutnya mata gua ketika mendapati apa yang di depan mata.
Dan Betapa kecewanya indera penciuman gua ketika mendapati tak ada aroma maknyos.
Dan Betapa hancurnya hati ini ketika mendapati hanya ada nasi putih dan telur dadar di atas meja.

Gua pun bergegas ke depan rumah untuk mencari abang Gojek yang ternyata belum pergi dari depan rumah.

"Pak! Itu kenapa nasi padang cuma nasi putih doang??"

"Lah, itu kan sesuai aplikasi bu?"

Gua pun menganga. "Mana ada nasi padang cuma nasinya doang?!"

"Tapi itu kan sudah sesuai aplikasi ibu..."

Abang Gojek nya masih kekeh dengan pendapatnya. Sementara gua sudah emosi. Gua pun meninggalkan Abang Gojek, "Udah udah udah!" Gua pun mengangkat tangan untuk mengisyaratkan mulut abang gojek yang masih merocos untuk berhenti, lalu menutup pintu dengan kasar.

APA-APAAN INI??!



Seumur-umur baru kali ini beli nasi padang, cuma dapat nasinya doang.

Dambaan hati mendapat nasi padang dengan kuah gulai yang menggugah lidah, bumbu rendang yang menawan hati, daun ubi yang renyah, sayur nangka yang lezat serta cabai yang nendang-nendang, telah sirna sudah.

Gua membagi foto mengenaskan nasi putih plus telur dadar itu di instagram story. 

"Gua yang dodol apa Gojek yang oon?"

Beberapa teman gua memberikan komentar kasihan, dan tak banyak juga yang tertawa geli.

Like, why, mana ada orang waras yang mau beli nasi padang hanya mau nasi nya tok? At least pasti mau pakai kuah gulai dan cabe kan. Atau at least ada kuahnya lah. Ini. . . cuma nasi doang. Kau pikir ngapain gua jauh-jauh minta gojek beli nasi putih sama telur dadar kalau gua juga bisa masak sendiri??! Womagh.

Tapi . . .

Ketika gua melihat bon nya, memang benar di bon tersebut tertera pesanan sesuai apa yang gua tulis di aplikasi. Nasi bungkus + Telur Dadar. Harganya pun lebih mahal.

Mungkinkah gua dodol?

Tapi . . .

Apa ada orang waras yang hanya mau beli nasi putih di warung nasi padang?

Mungkin. . . inilah yang namanya nasi padang sederhana. Sesuai namanya, memang benar sederhana sekali. Saking sederhana gua memasak beberapa chicken stix sebagai makanan penunjang. Nasinya yang begitu banyak gua bagi dua. Bahkan nasi lebih itu sampai gua buang.

...




Why abang gojek, why?

  • Share:

You Might Also Like

0 comments