Menemukan Kembali Pujaan Softlens

Selasa, Maret 07, 2017

Hello!


Beberapa tahun belakangan, aku memilih untuk memakai kacamata all day, all night, all summer. Hahhaa. Gua juga beberapa (baca:banyak) koleksi kacamata absurd yang membuat orang tertawa geli. Mulai dari kacamata 8-bit sampai kacamata round vintage yang gede banget. Salah satu teman kerja gua bahkan mengomentari "Bren, mending lu beli kacamata baru deh." padahal pas dia mengutarakan pendapat itu, gua baru seminggu memakai kacamata baru. Hadeuh. Emang sih gua suka beli kacamata vintage-vintage, yang sering membuat orang merasa selera gua aneh. Padahal, ya why not trying cute frames for your face? Aku nyaman, dan aku suka. Hahaha.

 Ohya, little bit shoutout for ZONAKACAMATA yang berhasil membuat salah satu kacamata gua memorable. Gua yang gonta ganti kacamata merasa agak geli ketika ada kacamata yang masih ada sama gua walau badai menghadang. Yup, kacamata dari zonakacamata bertahan hingga lebih dari satu tahun dan itu merupakan rekor! Bahkan kacamata yang baru gua beli untuk 'menggantikan'-nya sudah patah duluan. Ya, walaupun kacamata dari zonakacamata itu udah mulai butut, kacanya udah scratch, dan bahkan kacanya udah keluar tapi gua masukkin lagi. But, it's the kind of glasses that still with me no matter what storm it got. Thank you very much!  (Anyway, it's Surabaya based optical.)


--

Lanjut lagi...

Pas SMA gua pernah memakai kontak lens sekitar beberapa bulan ( I think)? Gua memakai kontak lens yang berwarna, jenis softlens genit itu loch hahaha. Tapi suatu saat, mata gua menjadi super sensitif dan tidak bisa lagi memasukkan softlens kedalam bola mata. Begitu menempel di mata, rasanya sangat mengganjal dan perih. Jadi softlens itu menjadi sia-sia. Baru beli harus di buang lagi deh.

Semenjak saat itulah, niat gua yang ingin tampil lebih cantik mengedipkan mata tanpa batasan kacamata menjadi punah. Gua harus memakai kacamata.

Tapi perjuangan gua tidak sampai di situ sih.

Karena keperluan menjadi SPG di event, gua merasa tak elok dipandang jika pakai kacamta hahaha. Jadi gua pun mencoba kembali membeli kontak lens untuk dipakai. Tetapi kontak lens tersebut membuat mata gua perih merah membara. Yang membuat gua ketakutan adalah hanya salah satu mata yang perih, tetapi yang lainnya biasa saja. Saking ketakutannya gua pun memeriksakan dua buah bola mata ini ke rumah sakit mata.

It's really. . . EXPENSIVE, dude.

Mahal banget. Ya, karena gua scan mata sih. Biaya scannya mantap kali. Belum lagi dengan obat-obatan tetes yang diberikan, hmmmmm, mantap kali bah. Sukses membuat gua berpikir 1000x makan apa gua ntar.

Gua begitu ketakutan sampai merasa gua pasti kena penyakit Glaucoma.

Syukurlah, engga.  Fiuh.

Hasil akhirnya menunjukkan bahwa mata gua tidak masalah sama sekali.

Jadi gua tanya ke dokternya, tapi kok gua gak bisa pakai kontak lens lagi ya. Rasanya perih. Lalu dokternya menjawab, "Iya, makanya kita selalu anjurkan jangan memakai kontak lens berwarna. Pakailah yang bening. Well, ya kalo bisa jangan pakai kontak lens juga."

And soo, gua pun termenung dan tersayat kesakitan.

(Udah bayar mahal mahal, ternyata sehat-sehat saja. Syukur sih tapi sekarat juga hiks)

 Berbulan-bulan sebelahnya gua mengurungkan niat untuk memakai kontak lens. Partly because I am still traumaticed by the pain. And also, because my boyfriend asked me not to. And so. . .

Gua pun pakai. (eh kok gak nyambung haha)

Beberapa waktu belakangan, entah apa yang menyambet gua. Tiba-tiba hasrat memakai kontak lens muncul. Gua pun menghabiskan waktu berhari-hari mencari kontak lens yang bagus untuk mata sensitif. Gua melihat review-review yang ternyata tak banyak review. Haiya. Jarang ada yang ngereview kontak lens bening yang bagus membuat gua kelinglungan.

Gua memilih untuk memakai kontak lens bening karena itu yang di anjurkan dokter.
Tapi . . . kalau mata gua baik-baik saja nantinya setelah memakai kontak lens bening, gua akan mencoba lagi kontak lens berwarna. HAHAH. Naughty me.

So, gua pun membulatkan tekad pergi ke OPTIK MELAWAI untuk membeli softlens. Sesampainya disana gua disambut oleh SPG bersetelan rapi. Gua pun bertanya-tanya seputar softlens. (Kelihatan jelas seperti seseorang yang baru pertama kali pakai softlens huhu)

Sang SPG, panggil saja Sutarman, pun menawarkan gua softlens merk AVAIRA yang katanya cocok untuk mata sensitif. Ia pun menjelaskan bahan-bahan yang terkandung didalamnya, yang gua gak ngerti tapi tetap menggangguk-angguk kepala biar terkesan sopan. Dia menawarkan diri untuk mengecek minus di kacamata gua. Dengan sigap gua bilang, "Itu kacamatanya udah lama banget" Biar dia mengerti kenapa bentuknya begitu mengenaskan. :( Sesudah itu, gua pun masuk ke ruangan khusus untuk mengecek mata dan tadaa...

Mata kiri : 3.5                                   Mata kanan : 3.25


Gua gak enak karena udah nanya-nanya sampai di cek in matanya, jadi gua pun membeli kontak lens yang dia tawarkan. (halah, bilang aja emang demen shopping kan!) 




AVAIRA COOPER VISIONS.


Setelah keluar dari ruangan pengecekan mata, sang SPG dengan baik hati mengeluarkan kontak lens ketengan dari lacinya. (Padahal tadi dia bilang jualnya per box) Gua bahkan bisa mendapat kontak lens dengan minus yang berbeda! Harganya? Jangan tanya lagi...

Per box 340.000
Per pasang 130.000
Per biji 65.000

Untungnya gua bisa beli per pasang dulu. Untuk jaga-jaga dompet apabila mata gua tidak cocok dengan kontak lens itu dan terpaksa harus membuangnya. Thankyou Sutarman! 


Okay, I am so excited. I haven't bought new lenses for years. 

Setelah pulang ke rumah, gua pun membukanya perlahan. Well, sebelum itu, gua yang suapakao malah melihat ke internet dan mencari "Bolehkah langsung memakai kontak lens yang baru dibeli?" tapi hasilnya nihil. Gua pun mencari lagi, "How to  put newly bought lenses" tapi gak ada hasil yang gua inginkan.

Karena setau gua, kontak lens itu perlu di rendam dulu selama beberapa jam sebelum pakai. Nah, gua jadi ragu apa gua harus rendam juga kontak lens yang baru di beli. Secara kan di packagingnya dia terendam solution juga. 



Akhir kata, gua nekad aja langsung pakai. Setelah buka bungkusnya, gua taruh di telapak tangan, lalu 'mencucinya' dengan solution yang baru merk Abott. Lalu, gua pun mencucukkan lens itu ke mata. Eh, sadis ya. Gua pun melekatkan lens dengan bola mata. Dan rasanya...

gua terharu... 

oleh kenyamanan yang diberikan

dan rasa aman yang disuguhkan. 

Gua dapat melihat lebih jelas tanpa menggunakan kacamata, dan tanpa harus menyeimbangkan frame dari hidung yang selalu saja melorot. 

Akhirnya!!!!!!!!

TERIMAKASIH AVAIRA. 

KAU MAHAL TAPI KAU BENGAL!
Kau mampu membuat mata ku yang dulunya trauma dengan softlens menjadi tidak. 
(maap, lebay)

Esoknya, gua langsung memakai softlens tersebut selama lebih dari 12 jam. HAHA. Maap.

Gua pakai dari jam 8.30 pagi sebelum berangkat kantor, sampai jam 9.30 lebih sesudah sampai dirumah. Tanpa meneteskan lubricant mata, tanpa melepaskan softlens di sela-sela waktu itu. Mata gua sama sekali gak merasa letih, dan capek. (Aneh sih iya, karena udah lama gak pake soft lens) 

Overall, I would saend 4 out of  5 love. Minus one love because the price is quite expensive. 
Like, gua harus mengeluarkan kocek sebesar 130rb setiap bulannya untuk bisa pakai softlens. Dimana untuk brand lain, harga segitu bisa untuk 6 bulan. 

Kebetulan gua cuma beli sepasang untuk sebulan. Jadi begitu habis, gua berpikiran untuk mencoba oxifive sofclear yang harganya jauh lebih terjangkau di dompet. 




  • Share:

You Might Also Like

0 comments