Review Hasil Reksadana Gua Tahun 2016

Selasa, Juli 26, 2016


Tidak biasanya gua menulis sesuatu berbau uang. Well, sure, tidak biasanya juga orang pada umumnya akan memberikan laporan mendetail tentang keuangan mereka. Mungkin gua merupakan salah satu orang nekat yang dapat membagikan keuangannya secara gamblang. Duh

Sejujurnya, topik tentang keuangan bagi gua masih terkesan sensitif dan uh-janganlah-dijamah. Banyak orang merasakan hal yang sama dengan gua. Ya, gak? Ya gak? 


Terus, kok tiba-tiba lu bisa cerita, bren? 


Semua bermula di akhir tahun 2015 ketika gua membuat goals untuk tahun 2016. Haha! Si bocah tengik berusia sembilan belas tahun ini ditampar sebuah keinginan untuk menjadi lebih baik di saat ia akan segera memasuki kepala dua a.k.a 20 tahun. Saya masih belia. Dasar tengik. #waduh 

Demi memperlancar peradaran darah uang, gua mulai mencari 1001 cara menuju kebebasan finansial.

Tolong tepuk tangan untuk saya sejenak. Plok plok plok . Hehe.

Harus gua wanti-wanti terlebih dahulu sebelum kalian berpikiran macam-macam,
gua masih jauh dari kebebasan finansial.
Tapi gua sedang berusaha untuk mencapainya. Amin. 

Sepertinya tulisan ini akan menjadi panjang, siapkan kacang pilus dan teh manis bila perlu. #Asyique

Pernah gua tuliskan sebelumnya tentang kisah keuangan gua sebagai mahasiswi. Gua sendiri agak tidak percaya karena ternyata banyak juga yang membuka blog gua karena tulisan itu. Terakhir kali gua melihat stats blog, gua mendapati ada orang yang membuka blog gua dengan keywords: "review orang yang mencoba reksadana".

Hmm...

Gua rasa tidak ada yang salah dengan berbagi informasi dengan kalian, barangkali mahasiswa mahasiswi, ataupun remaja dewasa (young adult maksud gua) untuk membenahi keuangan.

Sebelum gua lanjut, ada tulisan yang ingin gua share dari bapak akuntan dari daerah nun jauh disana. Tulisan Bang Riza ini lah yang membuat gua makin menyukai hal-hal berbau keuangan dan selalu mencoba belajar lebih banyak lagi. Kalian bisa membaca Tuesday Finance Perencanaan Keuangan nya, semoga membantu dan mencerahkan.


--

Gua sedang membagikan pengalaman pribadi gua tentang keuangan. Gua bukanlah seseorang yang sangat berpengalaman di bidang investasi, jadi apabila ada yang salah dari tulisan gua, silahkan memberikan komentar kalian. Gua akan mencoba untuk memperbaiki lebih baik lagi. Terimakasih :)


--

Cari artikel sana sini, investasi yang bagus itu gimana ya? 
Gua pun menemukan serangkaian instrumen dan jenis-jenis investasi.
Mulai dari saham, obligasi, reksadana, properti, forex, HYIP, blablablabla.

Yang ingin gua bahas sekarang adalah Reksadana. 


Reksadana itu apaan sih? 

Reksadana bisa di artikan sebagai sebuah perusahaan yang membawa sekelompok orang untuk menginvestasikan uang mereka ke dalam saham, obligasi dan instrumen lainnya. Setiap investor memiliki share sendiri, yang melambangkan sebagian porsi dari kepemilikan dana. (sumber:investopedia)

Umumnya, ada 4 jenis reksadana di Indonesia:

Pasar Uang - Money Market. Di investasikan ke sekuritas pendapatan tetap jangka pendek seperti obligasi pemerintah, treasury bills, penerimaan bank, commercial paper dan sertifikat deposito. Jenis ini merupakan investasi yang lebih aman tetapi dengan return yang rendah.

Pendapatan Tetap - Fixed Income
Jenis ini membeli investasi yang membayar persentase return tetap seperti obligasi pemerintah, obligasi korporasi grade-investasi, dan obligasi korporasi hasil tinggi. Sasaran mereka adalah memasok uang ke dana secara teratur,

Campuran - Balanced Fund 
Kombinasi antara sekuritas reksadana saham dan reksadana pendapatan tetap. Mereka mencoba membidik return tinggi dengan risiko rendah. Kebanyakan dari reksadana ini memiliki formula khusus untuk membagi dana ke berbagai tipe investasi. Biasanya memiliki risiko lebih tinggi dari reksadana pendapatan tetap, tapi lebih rendah daripada equity fund.

Saham - Equity Fund. 
Jenis ini bermain di saham. Dana ini bertujuan untuk berkembang lebih pesat daripada reksadana pasar uang atauapun reksadana pendapatan tetap, jadi biasanya tingkat risikonya juga makin besar.


Terus harus pilih yang mana? 

Sebelum membeli reksadana, kamu (biasanya) akan diberikan kuesioner tentang profil risiko. Dari jawaban-jawaban tersebut, kamu bisa mengetahui jenis reksadana apa yang cocok untuk kamu.  Misalnya, gua menginginkan reksadana dengan return yang tinggi, dan gua tidak masalah dengan risikonya yang tinggi pula. Toh, gua ingin membiarkannya untuk waktu yang cukup lama. Maka reksadana yang cocok untuk gua adalah reksadana saham.

Kalau bingung harus memilih jenis apa, saran gua sih lihatlah ke jangka waktu-nya. Gua akan selalu menyarankan kalian untuk membeli investasi dalam jangka panjang. Terlebih lagi kalau kalian masih belia seperti gua. Investasi ini akan dijadikan sebagai dana pensiun dini. 

Apat? Pensiun? Hah? Tunggu... Tunggu... Pensiun dini?? *matabelo*

IYA. Serasa berkhayal? Tidak. Cari keyword ini di Google : mini-retirement, early retirement, atau retirement plan on your 20s. 6.520.000 hasil muncul dalam waktu kurang dari 0.52 detik. Dengan jumlah search yang sebanyak itu, masih terdengar seperti bermimpi?

Coba deh baca sekilas tentang Tim Ferris 4-Hour Work Week (mini retirement) or MrMoneyMustachian.com (early retirement). Mereka berdua adalah sumber motivasi gua. #ceilah.


Terus kalau udah tau mau jenis yang mana, cara pilihnya produk nya gimana??

Hmm. . . Sayangnya, gua belum bisa menjawab pertanyaan yang satu ini.

Lah, lu aja belum ngerti, sok-sok ngajarin lagi. 

Well, because you don't have to be thaaat perfect in order to become mutual fund investor.

Gak perlu diambil pusing. Beneran. Jangan tiba-tiba lagu 'pusing pala berbie pala berbie aw aw aw' keluar ya. Gua jitak ntar. Hahaha

Jika kamu pusing-pusing memilih ratusan daftar reksadana yang ada maka gua punya 3 langkah yang dapat membantumu memilih antara  parkyoochun TVXQ ataupun eric shinhwa :

  1. Bukalah evaluator reksadana atau analisis market yang telah disediakan oleh Indopremier. 
  2. Ambil 3 reksadana dengan ranking teratas. 
  3. Pilihlah satu yang kamu kenal.
That's it! Simple 'kan?

Kalau kamu tipe yang gak suka riset-risetan, gunakanlah cara di atas. Kalau kamu tipe yang suka riset, silahkan evaluasi sendiri reksadana yang ingin kamu beli berdasarkan kinerja selama tahun-tahun sebelumnya.


--


REKSADANA GUA
(my mutual funds)


Reksadana yang gua beli untuk pertama kalinya bernama
CIMB PRINCIPAL SMART EQUITY FUND dari CIMB Niaga Preferred

Gua tidak merekomendasikan kalian untuk memilih reksadana tersebut,
tapi kenapa gua membeli nya?

Hmm... Satu-satunya alasan adalah, karena CIMB lah yang menjadi manajer investasinya. Yang mana artinya, gua tidak perlu repot-repot transfer ke rekening lain untuk membeli. Pembelian reksadana akan di debet secara otomatis tanpa blablabla. Yang perlu gua perhatikan hanyalah memastikan bahwa ada dana yang cukup di tabungan.

Alasan gua tidak merekomendasikannya?
Setiap gua membeli reksadana sebesar Rp 100.000 yang di debet otomatis, ada biaya pembelian sebesar Rp 2.000. Lah, bren, kecil segitu kok biayanya... Kok di sewotin sih. Hmm, kelihatan dan kedengerannya sih kecil. Tapi, nyatanya jika di hitung, biayanya adalah sebesar 2% per bulan lhooo.

Sebisa mungkin, carilah manajer investasi yang menawarkan penjualan (dan pembelian) reksadana tanpa biaya. 


Reksadana kedua yang gua beli adalah
MNC DANA LANCAR dari Indopremier Bung Dana.

OMG, sebenarnya produk Bung Dana dari Indopremier ini memudahkan kita banget lho. Kita gak perlu ke bank karena semua transaksi bisa online! Kecuali bagi yang gak bisa online banking buat transfer ke rekening dana investor sih. Seperti gua yang selalu mengandalkan indomaret depan komplek untuk segala kebutuhan transfer. (FYI, gua udah punya klikbca, tapi token gua kena lock akibat terlalu "ahli" memakainya, jadi yah gitu deh)

Well, tak seperti reksadana dari CIMB yang dikenakan biaya pembelian, reksadana yang satu ini tidak dikenakan biaya pembelian sama sekali. HAHA! Minimum pembeliannya juga sama, yaitu Rp 100.000 saja.

Sayangnya agak susah mencari review yang memuat produk Bung Dana ini. Mungkin gua harus turun tangan dan membagikan informasi lebih mendalam tentang Bung Dana kali ya. Siapa tahu dapat *uhuk* rejeki *uhuk* endorse *uhuk* dari Indopremier. Hehehehe. . . :D


--


Dan inilah yang kalian tunggu-tunggu.

Apakah reksadana menguntungkan? Seberapa banyak yang bisa di hasilkan dari reksadana? Beneran bisa menghasilkan? Atau bisa merugikan?


Laporan (agak) lengkap tentang seberapa banyak reksadana gua sudah berkembang ada di bawah ini. Semoga bisa membunuh rasa penasaran dan keenganan kalian terhadap perasaan negatif si reksadana ini.



 Tabel di atas adalah laporan reksadana CIMB Principal Smart Equity Fund 
*bulan Januari dan Februari gua biarkan kosong karena. . . gua kehilangan surat ringkasan portfolio nya. :") Maafkan daku.







Tabel di atas adalah pembelian reksadana melalui Indopremier. Agak sedikit berbeda dengan laporan CIMB, karena gua tidak membeli reksadana secara bertahap. Gua hanya membeli sekali saja.
-



Ketika gua sudah berani berinvestasi di usia yang tergolong bau kencur ini, tidak kah kamu ingin mencobanya juga?

Gua yakin, banyak, (buaaanyaaaaak) banget orang yang akan menyarankan kamu untuk berinvestasi. Beneran.

3 hal yang perlu kamu ketahui saat berpikir tentang reksadana:

1. MULAILAH SEKARANG JUGA. Setelah membaca blog ini, ambil buku (atau memo di hape, apapun yang bisa membuatmu terus melihatnya) dan tuliskan rencana membeli reksadana segera. Apakah membeli reksadana susah? Tidak. (Kedepannya, gua akan membantu kamu membeli reksadana pertama mu melalui tutorial lengkap membeli reksadana.) Apakah membeli reksadana mahal? Nope. Gua membeli reksadana pertama gua dengan seharga Rp 100.000 dan gua menyukainya. Kecil kecil jadi bukit. :)

2. GAK PERLU DI AMBIL PUSING. Reksadana di buat untuk memudahkan investor. Sudah ada manajer investasi yang akan mengelola uang kamu. Yang perlu kamu lakukan? beli dan lupakan. Kalau tujuan kamu investasi untuk jangka panjang, memelototi laba/rugi yang kamu dapat tiap bulannya hanya akan menghabiskan waktu. Setelah membeli, scan bukti pembelian dan simpan di email / secara online, lalu simpan suratnya di tempat yang aman dan nyaman. Atau kalau memang pembeliannya secara online, simpanlah data-data yang diperlukan dengan baik agar kamu bisa mencairkannya di masa mendatang tanpa hambatan.

3. TANAM DI LAHAN YANG BERBEDA-BEDA. Reksadana ada risiko? Yup. Benar, ada risikonya. Daripada membeli satu reksadana dengan jumlah besar, lebih baik dibagi-bagi menjadi 2-3 produk reksadana. Ini bertujuan agar apabila kedepannya terjadi kemalangan, kamu tidak termakan habis. Well, semoga saja tidak. Prinsipnya beli dan lupakan. Kalau pas lagi di ingat ternyata masih belum profit ya lupakan lagi. Kalau pas ingat lagi ternyata udah waktunya dan udah profit, yowes di garap untungnya dan dibagi ke saya. Sip?



Sekian.



  • Share:

You Might Also Like

4 comments

  1. OMG, keren banget tulisannyah...

    Kok daku disebut-sebut sih ci, jadi malu *kibas rambut*

    Btw, kok gw liat semakin ke sini bahasa tulisnya semakin koplak yah kaya gw, hahaha. Tapi bagus enak buat di baca kok.

    Iya noh, bikin ulasan Bung Dana aja. Belom ada blog yang mengulas loh. Gw jamin kalo dibikin ulasan yang lengkap blog ini bakal keluar no 1 di search engine.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha, makasih mas! Iye, rambut yang mana tuh yang bisa dikibas?
      Mungkin kekoplakan saya kembali lagi setelah sekain lama. #lah
      Iya, lagi di rencanakan waktu luang buat review lagi wkwkk

      Hapus
  2. FBS IndonesiaBroker Terbaik – Dapatkan Banyak Kelebihan Trading Bersama FBS,bergabung sekarang juga dengan kami
    trading forex fbsindonesia.co.id
    -----------------
    Kelebihan Broker Forex FBS
    1. FBS MEMBERIKAN BONUS DEPOSIT HINGGA 100% SETIAP DEPOSIT ANDA
    2. SPREAD DIMULAI DARI 0 Dan
    3. DEPOSIT DAN PENARIKAN DANA MELALUI BANK LOKAL Indonesia dan banyak lagi yang lainya

    Buka akun anda di fbsindonesia.co.id
    -----------------
    Jika membutuhkan bantuan hubungi kami melalui :
    Tlp : 085364558922
    BBM : FBSID007

    BalasHapus
  3. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus