Perjalanan Keuangan Mahasiswi Galau

Rabu, Desember 30, 2015

Tulisan ini pertama kali diketik 7 Desember 2015
Catatan : Ini adalah artikel panjang perjalanan perencanaan keuangan gua. Semua yang ada di dalamnya merupakan pengalaman dan opini gua sendiri. Gua tidak pernah memaksa kalian untuk mengikuti cara gua. Because this is my story, the journey I would want to read later on the other day. Hehee. 


--


Jujur aja, gua kismin alias miskin.

Sebelum adanya Go-Jek, Grabbike, dan promo fantastis yang mereka berikan, gua hidup dalam kemiskinan.

Defisini kemiskinan yang gua maksud adalah masa dimana gua tidak bisa shopping untuk memenuhi nafsu jiwa dan raga. Eits, nafsu jiwa dan raga yang gua singgung itu contohnya adalah gak bisa makan enak, gak bisa memanjakan diri di rumah spa, gak bisa beli baju bagus loh ya.

Sementara gua orangnya paling demen belanja online. Nyesek gak tuh.

Selama setahun pertama gua di Jakarta, setiap malam gua selalu numpang makan di rumah orang, setiap minggu numpang wifi di rumah orang, setiap di kelas kelaperan, setiap ada waktu luang gua dirumah. Rasanya menyedihkan banget jadi ansos. Gak bisa kemana-mana gara-gara gak ada duit. Serasa gimana gitu. . .

Lho, kamu kan udah punya penghasilan sendiri??

Yep. That's right. Gua udah kerja dan punya penghasilan sendiri. 3 bulan pertama gua di Jakarta, Dad masih memberikan gua uang saku tambahan. Tetapi selanjutnya, gua menghidupi kebutuhan gua dari hasil kerja gua sendiri. Mulai dari biaya kuliah, biaya transportasi, kebutuhan umum, dll. Syukurnya, gua gak perlu membayar biaya tempat tinggal dan makan karena sudah diakomodasi oleh perusahaan. Kalau harus bayar kos dan makan lagi, jujur aja gua udah gak sanggup.

Sewaktu gua masih memakai ojek pribadi, perbandingan biaya kuliah dan biaya transportasi gua adalah 1:1 tiap bulannya. Sementara kalau dihitung secara kasat mata gaji gua satu bulan tidak dapat menutupi biaya tersebut. Belum lagi jajan, hadiah temen ulang tahun, kebutuhan lainnya. Gimana gua bisa foya-foya kalau begitu? Gua sempat merasa lelah dan putus asa.

Makanya semenjak adanya promosi Grabbike dan Gojek yang cuma Rp 5.000 sampai Rp 20.000, gua bersyukur banget sekarang bisa bernapas lebih lega. Biaya transportasi gua berkurang hingga 159%!! Yup, that's a super fantastic percentage, right? Gimana gak lega gua, sekarang bisa belanja ini itu.

But...

Suatu ketika gua menginap di tempat cici gua dan membaca novel 23 Episentrum. Novel tersebut bercerita tentang seorang wanita muda yang malu karena ia terjerat hutang dan harus membayar nominal yang cukup tinggi ketika ia lulus kuliah. Wanita tersebut ingin menjadi news anchor tapi apa daya dia diterima sebagai reporter di salah satu stasiun TV berita. Membaca novel itu sering kali membuat gua jengkel karena wanita tersebut terlalu melebih-lebihkan mengenai "Gua malu banget punya utang cuma gara-gara nekat kuliah." Yang mana selalu dibahas hampir di setiap perjalanan. Tetapi, yang membuat gua tertarik membaca buku itu sampai tuntas adalah penyampaiannya mampu menarik dan menampar gua! Di waktu yang pas, buku itu mampu membuat seseorang tercerahkan. Gua pun tersadarkan olehnya, bahwa sekarang gua harus mengatur keuangan gua semaksimal mungkin. Gua gak mau gagal.

Oleh karena itu semenjak membaca buku 23 Episentrum, gua mulai melakukan riset keuangan. Gua mulai dengan browsing di internet, membuka kembali rencana-rencana awal yang terendap di batin, mengunduh aplikasi-aplikasi finansial yang menunjang. Banyak hal yang gua lakuin saking semangatnya sehabis ditampar buku itu. Tamparan itu juga yang membuat gua ingin membuat sekaligus mewujudkan goals untuk tahun 2016




Suatu waktu gua browsing di internet tentang strategi finansial, tiba-tiba ngelihat web menarik dari orang India bernama Ramit Sethi. Dia bilang "I Will Teach You to Be Rich". Dia akan mengajarkan gua cara menjadi kaya. Gua pun terhanyut. Untuk mendapatkan isi bukunya, kita orang harus mendaftarkan email dan nama. Simpel. Gua sudah mempunyai satu email yang selalu gua pake buat sign-up situs-situs seperti ini. (Yang akan selalu ngirim email tiap hari tanpa henti) Gua pun mendaftar.

Gua membaca artikel gratis yang diberikan IWT dan membacanya dengan tekun di kantor saat istirahat. Di IWT, Ramit menjelaskan bahwa kita mampu mengatur keuangan kita tanpa harus ada pantangan gak boleh ini gak boleh itu. Loh, kok gitu?

Jawabannya : luangkan sekitar 1-2 jam dalam seminggu untuk memikirkan keuangan kamu, lalu "Automate Your Finances"!

(Sebelum menemukan IWT, gua bahkan memakai hampir 4 jam tiap minggu mikirin gimana caranya ngatur keuangan gua.)



Penjelasan:

  • Hari Gajian + 1 
    • 5% gaji di pindahkan ke 401(k)
    • 95% gaji di pindahkan ke Rekening Pokok
  • Hari Gajian + 4
    • 5% Rekening Pokok ke tabungan
    • 5% Rekening Pokok ke ROTH IRA
  • Hari Gajian + 6 (seminggu setelah gajian)
    • Bayar tagihan kartu kredit
    • Bayar tagihan lain-lain (sewa rumah, telepon, listrik, air)
    • Sisanya? Habiskan! :D
Perlu diketahui bahwa skema diatas ditargetkan untuk orang-orang Amerika. Karena bank mereka memiliki dua opsi yaitu Saving and Checking Account. Berikut juga dengan 401(k) sebagai dana pensiun yang disediakan oleh perusahaan dan ROTH IRA dana pensiun sendiri. Gua butuh waktu beberapa lama untuk dapat mengerti istilah-istilah asing itu. :")

Karena kita orang tinggal di Indonesia maka gua harus merubah skema di atas ke skema yang lebih cocok.

401(k) adalah dana pensiun yang disediakan oleh perusahaan. Bentuknya mirip seperti reksadana. Jadi, akan gua ganti dengan  reksadana. Nah, reksadana sendiri memiliki beberapa macam pilihan sesuai kebutuhan. Dilihat dari target gua yang ingin menyimpan dalam waktu panjang, maka gua akan memilih reksadana saham yang agresif. Disini, gua memilih untuk menggunnakan CIMB Principal Smart Equity.


ROTH IRA juga hampir sama seperti 401(k) yaitu dana pensiun. Kalau di luar, perbedaan mereka terletak pada pajak. Gua kurang mengerti tentang hal itu jadi gua gak bisa ngebahas. Berhubung gua tidak memiliki asuransi kesehatan (CIMB Tabungan Mapan menyediakan asuransi meninggal untuk jangka waktu 2 tahun ke atas), maka gua memilih untuk membeli asuransi. Namun untuk yang satu ini, gua agak ragu. Tidak tahu ingin memilih yang mana karena penjelasan mengenai asuransi umumnya secara offline, alias prospek. Sementara yang online tidak dijelaskan berapa biaya yang wajib kita keluarkan.

SAVING ACCOUNT, sesuai namanya adalah rekening simpanan. Kalau di US, rekening ini bertujuan khusus untuk menyimpan, dan membatasi penggunanya untuk menarik uang dalam satu bulan. Nah, sebenarnya ini sama saja dengan rekening tabungan di Indonesia, hanya saja, jika rekening biasa bunganya tinggi. (Paling 1% saja) Maka dari itu, pilihlah rekening tabungan jangka panjang pula, seperti deposito atau tabungan berjangka. Dalam hal ini, gua memilih Tabungan Mapan dari CIMB Niaga yang bunganya dapat mencapai fix 6 untuk jangka waktu 3 tahun. (fix 6,75% jika yang membuka tabungan berusia 65 tahun ke atas)

CHECKING ACCOUNT ini merupakan rekening dimana kita banyak melakukan transaksi. Untuk gua sendiri, pastinya gua memilih BCA. Selain praktis, dan mudah diakses, gua juga tidak mau melakukan transaksi di rekening CIMB Niaga selain untuk menyimpan.


---


Kenapa sisanya dihabiskan begitu saja?? Kan udah disimpan, bang! Jadi gak ada perasaan bersalah buat ngabisin uangnya. Tapi ya ngabisinnya tetap pake otak juga. Jangan mentang-mentang sisanya segitu langsung diembat aja dalam sehari. Mikirin juga kalau sisanya itu untuk sebulan atau sampai terima gaji bulanan berikutnya.

Untuk mengontrol keluar masuk uang, gua menggunakan aplikasi gratis dari google playstore. Ada banyak aplikasi finance manager yang bisa lu pilih. Gua sendiri memakai Expense Manager, hasil rekomendasi teman. Tampilan simpel dan bisa di-lock kalau lu gak mau di kepo in orang lain. Setiap pengeluaran ataupun pemasukan yang gua lakukan, akan gua simpan di  Expense Manager. Setiap hari gua bakalan ngecek, cash gua sisa berapa, bank gua sisa berapa. Terus di Expense Manager ada yang namanya budget. Misal gua masukkin budget gua sebulan Rp 800.000, maka selama sebulan itu setiap pengeluaran yang gua lakukan akan langsung dikurangi ke budget. Bagi gua, budget itu bisa jadi indikator seberapa banyak lagi uang yang boleh gua habiskan bulan ini. Kalo budget udah makin dikit berarti gua harus hemat dan mikir-mikir lagi kalau mau ngabisin duit.

Buat ngontrol uang, pastinya butuh kedisiplinan dan daya ingat yang tinggi. Jangan cuma panas-panas tai ayam. (seperti gua) Ngapain mikirin rencana keuangan selama sejam seminggu, capek-capek muter otak, tapi ujungnya gak dipakai juga? Makanya begitu gua selesai dengan rencana autofinance gua, gua langsung bergegas ingin action.


Terus Gimana caranya autofinance??

Pakai autodebet aja. Banyak bank yang mempunyai fasilitas ini. Contohnya BCA, CIMB, dll.

Sekarang ini gua hanya memiliki tabungan BCA sebagai sumber dana. Karena itu, gua berencana untuk membuat satu tabungan lagi yang dikhususkan untuk menyimpan. Setelah banyak melihat artikel-artikel di luar dan membuat perbandingan mengenai tabungan apa yang cocok, gua pun mempunyai dua pilihan bank: CIMB Niaga dan Danamon.

Berdasarkan cermati.com, dua bank tersebut memiliki bunga yang cukup tinggi untuk tabungan masa depannya. CIMB (Tabungan Mapan) sekitar 6.5% dan Danamon (Tabungan Cita2ku) 7%.

Yang menjadi kendala adalah untuk membuat tabungan masa depan dari kedua bank tersebut, gua wajib memiliki tabungan harian dari bank tsb pula! Ini dikarenakan tabungan masa depan tersebut akan mengambil uang dari autodebet tabungan harian kita.

Jadi misalnya kalau gua ingin punya Tabungan Mapan dari CIMB Niaga maka gua harus punya salah satu dari tabungan induk berikut: Tabungan CIMB Niaga Xtra/ Tabungan iB Xtra/ CIMB Preferred Account/ CIMB Niaga Private Banking Account/ Giro Perorangan/ Giro iB Perorangan/ CIMB Niaga AirAsia Savers/ CIMB Niaga Hypermart Savers/ TabunganKu/ TabunganKu iB

Sayangnya minimum setoran dari produk tabungan yang ditawarkan rata-rata cukup tinggi. Bahkan yang paling minimum hanyalah Danamon Lebih, itupun Rp 250.000. Sementara, gua yang niatnya cuma mau nabung seiprit-iprit, kaga bisa lah setor sebanyak itu. Kalaupun gua nekat dengan menunggu sebulan lagi, gua takut niat baik gua menabung  malah sirna seperti tai ayam yang sudah dingin.

Nah, untungnya pemerintah memberikan solusi "gencar menabung" yang diperuntukkan untuk hampir semua bank di Indonesia. Namanya TabunganKu. Yang mana untuk setoran awal cuma Rp 20.000, bebas biaya administrasi, dan kemudahan lainnya! Aduh, alhamdullilah ya *nada Syahrini*

Sekarang, gua bingung ingin memilih TabunganKu Danamon / CIMB Niaga. Gua pun searching lagi di internet dan menemukan artikel bagus tentang review TabunganKu.  Dari situ gua akhirnya tahu kalau TabunganKu CIMB Niaga paling oke, karena bisa internet banking.

Masalahnya adalah untuk membuka tabungan baru di CIMB Niaga, gua harus punya KTP dan NPWP. Skak-mat dah. Gua belum punya NPWP, woy. Gua akhirnya nanya ke temen-temen, yang ternyata mereka semua kebanyakan belum punya NPWP juga. Padahal kalau gua baca di situs pajak, pajak yang harus kita bayar kalau tidak punya NPWP akan lebih tinggi ketimbang yang udah punya. Nah lho, gua jadi bingung. Selama ini gua gak pernah bayar pajak tuh. Pusing mikirin pajak, gua akhirnya menemukan solusi baru, yaitu meminta Surat Keterangan Kerja dari perusahaan. Tetapi ini juga sepertinya tergantung luck, karena menurut percakapan gua dengan CS CIMB Niaga, keharusan adanya NPWP ataupun Surat Keterangan Kerja itu bergantung pada kebijakan masing-masing kantor cabang.  Nah, lho. Gua kan mau nabung, kok sulit amat yah.... Hiks...

Agak skeptis setelah tahu gua harus punya NPWP. Tapi gua gak berhenti sampai disana. Perjuangan ini harus dilanjutkan! Eaaa...

Gua pun meminta Surat Keterangan Kerja sama perusahaan gua di hari Senin lalu minta izin untuk pergi ke CIMB Niaga Kelapa Gading hari Selasa (di perempatan depan Mall Kelapa Gading). Kalau misalnya sudah berhasil membuka tabunganKu. Gua akan langsung membuka Tabungan Mapan serta Reksadana dari CIMB.

Jadi rencana keuangan gua saat ini adalah :

  • Setelah gua menerima gaji bulanan, gua akan langsung melakukan autodebet dari BCA ke CIMB Niaga untuk cicilan kuliah, tabungan, dan reksadana.
  • Dari rekening CIMB gua akan autodebet lagi untuk Tabungan Mapan dan Reksadana. 
  • Sisa yang ada di rekening BCA gua adalah untuk biaya transportasi, makan, dan shopping! Yeay!

Sounds like a great idea~

Tapi . . .

Perhitungan yang gua lakukan adalah asumsi apabila biaya transportasi masih seperti sekarang ini (dengan promo Gojek / Grabbike) Apabila suatu saat promosi tersebut berhenti, maka gua harus memikirkan kembali pengaturan keuangan gua.

Maka dari itu, untuk mengantisipasi biaya transportasi yang melunjak, gua merenungkan niatan gua untuk hanya memilih Tabungan Mapan atau Reksadana, salah satu dari mereka.

Jadi begini, karena tujuan gua adalah untuk menabung hingga gua tamat kuliah. Dimana sampai sebelum tamat, gua sudah pasti memiliki pekerjaan / penghasilan tetap. Berarti gua akan menabung dalam jangka waktu 30 bulan  3 tahun (untuk jangka waktu menabung >6bulan, kelipatannya adalah 1 tahun) Tabungan Mapan dan Reksadana sama-sama memiliki jangka waktu yang panjang sekitar 1 sampai 15 tahunan. Tetapi imbal hasil dari Reksadana (jika bagus) bisa 3 kali lipat dari yang akan gua dapatkan di Tabungan Mapan. Tentu gua akan memilih bermain dengan Reksadana, toh. Namun, gua tidak tahu apakah gua berhasil apply Reksadana karena sepertinya formulirnya cukup banyak dan agak ribet. Kalau gua tidak berhasil membeli Reksadana, maka gua akan berakhir dengan Tabungan Mapan.

Semoga rencana gua berhasil yak. . . :D


--

Update : 30 Dec 2015 


Seperti yang pernah gua bahas sebelumnya, I've spent hours planning my financial. Gua menggunakan buku catatan kecil berwarna Tosca yang sekarang hampir habis gara-gara banyaknya doodles yang gua coret. Mulai dari ilustrasi kalendar bulanan, tahunan, contoh budgeting, catatan mengenai lokasi bank, journal, sampai lifegoals semua ada di buku catatan tersebut. Buku itu menjadi sesuatu yang memiliki makna tersendiri dalam hidup. Rasanya semua yang penting ada dalam buku itu. Gua juga menaruh buku tabungan dan struk belanja di setiap sisi buku itu. Hasilnya? Sayur asin lah! Kiamchai! Hahahah


Karena gua tinggal di Indonesia, dan ilustrasi dari Mr. Ramit tidak bisa di aplikasikan ke kehidupan gua. Makanya gua membuat ilustrasi automate finance versi aliceolice (#eaaa). Berikut gambaran planning gua dalam perencanaan keuangan secara otomatis.








29 Desember 2015 | Gua merealisasikan Goals #30 : Membuka Tabungan Mapan CIMB Niaga untuk Simpanan


Gua pergi ke CIMB yang ada di
Jl. Bulevard Raya Blok TN II No. 1-4. Kelapa Gading. Jakarta Utara. 14240
Telp (021) 4520212
Awalnya gua berniat untuk membeli reksadana. Tetapi setelah berbincang dengan sales marketing yang ada disana, ternyata gua tidak dapat membelinya karena gak punya NPWP. Gua pun berencana untuk pergi keesokan hari nya dengan membawa NPWP orang tua. Merasa gak worth-it kalo gua pulang gak membawa hasil (selain fund fact sheet dari mereka), maka gua iseng bertanya : "Mba, kalau buat tabungan mapan disini bisa?" Keisengan gua berbuah pada sebuah jawaban konkret, yaitu BISA. Mba BuHer tersebut langsung mengeluarkan formulir pembuatan Tabungan Mapan dan meminta gua untuk mengisi sejumlah keterangan yang ada. Gua -entah dalam kondisi stabil atau labil- mengisi form tersebut sampai tuntas. Karena bagian sales marketing tidak mengurus tentang tabungan mapan tersebut (itu bagian customer service), BuHer membantu gua untuk membawakan dokumen tersebut langsung ke customer service untuk di proses tanpa harus mengantri lagi. (Thanks bu!)

Selagi menunggu proses penginputan data dan lain sebagainya, BuHer menawarkan rekannya untuk menjelaskan produk investasi sekaligus asuransi CIMB yang bekerjasama dengan AIA. Gua pun dengan lapang dada menerimanya (?). Namun sesungguhnya daku terkejut dan terdiam melihat sales yang satu itu. I don't know why she could be a sales. . . Seriously. Di pandangan gua, sales itu biasanya cakep menggoda imoet-ioet gimana gituh. Tapi pandangan gua dilunturkan oleh sales -sebut saja- Acong. Mohon maaf, tapi ini kenyataan, gigi nya agak jontor, kacamatanya butut, dan kalau lagi ngejelasin dia seperti membaca naskah. Mungkin dia gak tertarik ngejelasin ke gua yang notabene sama sekali gak punya rencana untuk membuka asuransi tersebut. Tapi gak gitu juga kaleeeh. Dia menjelaskannya secara datarrrrr banget, gua yang awalnya gak tertarik, makin gak tertarik ngedengernya. Padahal sebenarnya di salah satu produk tersebut ada yang gua inginkan, yang berhubungan dengan rencana pensiun. Tapi yaahhh.... sudahdeh. Toh, belum waktunya. Terimakasih atas penjelasannya. Sampai jumpa, Acong.

Setelah Acong selesai dari penjelasan as-matter-in-fact-nya, gua duduk bengong. Seorang ama datang membawa cucunya. Kebetulan BuHer sedang ada di bawah sehingga ia langsung menyambut ama tersebut, sekaligus mengambil berkas yang dibawa oleh ama itu dan pergi meninggalkan kami berdua. Ama tersebut pun duduk di sebelah gua, ia membuka buku tabungannya dan menelusuri angka-angka yang ada disitu. Ia pun bertanya ke gua, "Dek, kalau $2,000 itu berapa rupiah ya?" Karena otak gua gak secanggih manusia pinter, gua mengeluarkan hape dan membuka kalkulator digital. "Jadinya sekitar 30 jutaan" Ama itu tertegun sejenak, ia melihat gua cukup lama sebelum membuat komentar selanjutnya, "Gak salah mba? Ini loh $2.000 30 juta? Bukannya cuma 3 juta?" Gua pikir gua silap, tapi setelah mengulang perkalian yang sama hasilnya tetap sama pula, yaitu 30 juta. Akhirnya BuHer menghampiri kami kembali lalu mengembalikan dokumen ke ama itu. Ama itu masih gak percaya dengan jawaban gua, sehingga ia bertanya lagi ke BuHer. Dan tentu saja, sama seperti jawaban gua, BuHer juga menjawab sekitar 30jutaan. Lalu ama itu melihat gua lagi, ia pun berkata :

"Oh... Maaf ya mba. Eh, saya pikir mba juga sales."

Gua terdiam. Makasih .. .. ..

Setelah sekian lama tertawa canggung dan alakadabra lainnya, BuHer akhirnya memberikan gua slip Konfirmasi Penempatan Tabungan Mapan. It looks like this:




HURRAYY!

Even though it's not yet 2016, 
tapi gua udah mewujudkan goals gua!! 

30 Desember 2015 | Gua membuka Tabungan Mapan CIMB Niaga yang baru untuk tabungan uang kuliah gua semester 4. 

Malam setelah gua berhasil membuat tabungan mapan berjangka waktu 3 tahun, gua merenung. Kenapa gua tidak sekaligus membuat tabungan mapan untuk uang kuliah? Kan pas waktunya 6 bulan? Daripada gua biarkan di tabunganKu tanpa menghasilkan bunga yang amazing. (Suku bunga tabungan Mapan adalah 6%) Maka dari itu, gua pun memutuskan untuk membuka satu tabungan lagi. 

Tapi sesungguhnya, gua menyesal. 
Karena ternyata waktu menyimpan 6 bulan terlalu lama bagi gua. Apalagi untuk proses pencairan, harus ada tambahan satu bulan lagi karena ada libur lebaran. :") Belum lagi pembayaran uang kuliah gua sebenarnya adalah 5 bulan dari sekarang (Januari)

Ketika gua menyadari hal tersebut, gua bertemu dengan tabungan bernama Dream Savers.

This is the nyesek moment, when you know better products, late... 

Dibandingkan dengan Tabungan Mapan, Dream Savers bersifat tabungan jangka pendek, yaitu 3,6, dan 9 bulan. Selain itu, Dream Savers tidak terkena biaya lagi. Suku bunganya juga sama dengan Tabungan Mapan! 

Gua merasa menyesal karena mengetahui hal ini terlambat. 

Oleh karena itu, gua keluar dari CIMB Niaga dan menyebrang jalan sembarangan

Regret always come later. But, better late than nothing at all! #eaaaak

Oleh karena itu. Plan gua selanjutnya adalah :
  • Meminjam dana uang kuliah dari orang lain pada saat jatuh tempo
  • Menunggu dana Tabungan Mapan (Universitas) 6 bulan cair
  • Membayar hutang dana pinjaman
  • Membuka Tabungan Dream Savers 3 Bulan
[Update 17 Mar 2016] I NEEDED THE MONEY. Gua berpikir untuk meminjam dana dari orang lain untuk membayar uang kuliah. Pada saat itu gua juga telah berjanji untuk membayarkan polis Mom. Akhirnya, gua mengajukan form pembatalan Tabungan Mapan. Kena biaya penalti sekitar 60rb. Ohya, perlu di ingat, khusus proses pencairan Tabungan Mapan lebih awal, maka lu harus pergi ke tempat dimana lu pertama kali membuat Tabungan Mapan tersebut. 

30 Desember 2015 | Gua merealisasikan Goals #29 : Membeli Reksadana untuk Jangka Waktu 10 Tahun 36 bulan

Merogoh uang Rp 12,000 untuk jarak antar 2km, Gua kembali lagi ke CIMB setelah mendapat NPWP dan fotokopi KTP. BuHer beserta anaknya menyambut gua dengan , "Eh , Mba Brenda." Mungkin dia kaget kali yah gua begitu ada niatnya membeli reksadana, seperti kebelet pipis, sampe rela bolak-balik bank. :"D Sebelum kami memulai sesi begini-begono, BuHer meminta gua untuk mencarikan game Helicopter untuk anaknya di iPad. Tapi apa boleh baut, sudah gua bantu namun kuota internetnya habis. Akhirnya, kami meninggalkan anak BuHer bermain dengan dirinya sendiri. Haha

Sebelumnya, BuHer sudah menjelaskan pada gua tentang macam-macam reksadana. Awalnya gua ingin memilih reksadana sejumlah Rp 200.000 tiap bulannya untuk jangka waktu 10 tahun (W-O-W), Namun, karena gua merasa tidak nyaman, akhirnya gua memilih reksadana Rp 100.000. Selain itu, jangka waktu maksimal pembelian reksadana secara rutin hanyalah 36 bulan. Jadi. . .  Gua pun memilih untuk membeli CIMB Principal Smart Equity untuk 3 tahun. 

BuHer mengeluarkan seperangkat alat sholat dibayar tunai sekumpulan berkas-berkas untuk gua isi. Selama gua mengisi form, ia pergi untuk fotokopi kartu-kartu yang dibutuhkan. Kurang lebih formulir yang gua isi adalah data diri serta profil risiko pembelian danareksa. Terakhir, bubuhkan Materai 6.000 dan tanda tangan. 

AND YET ANOTHER . . .


YEEAHHH!

Update 3 Aug 2016

Bagi kalian yang ingin mengetahui seberapa banyak hasil reksadana gua sudah berbuah, silahkan baca :  REVIEW HASIL REKSADANA 2016


10 Jun 2016 | NYESAL BUKA TABUNGAN MAPAN 


Gua hanya ingin memberikan update singkat bahwa sekarang tabungan mapan dan reksadana gua berjalan dengan lancar. Belum ada hambatan  walau gua harus selalu transfer secara manual dari rekening BCA ke rekening CIMB. Tetapi selebihnya, dana dari rekening CIMB akan di debit otomatis ke masing-masing tujuan.

Hal bagus yang ingin gua sampaikan adalah walau gua terlihat sekarat-sekarat dalam hal keuangan, gua masih bisa bernafas lega karena gua punya tabungan khusus yang lainnya.

Hal tidak bagus yang ingin gua sampaikan adalah sepertinya gua salah dengan tabungan mapan. Gua baru saja menyadari bahwa ada biaya administrasi sebesar Rp 5.000 setiap bulannya untuk tabungan ini. WHATTTT? Dan setelah gua itung-itung, sepertinya gua rugi karena gua hanya menabung Rp 200.000. Which means, biaya administrasi setiap bulan 2.5% padahal bunganya cuma 0.56% per bulan. OMG. That sad... Jadi kalau misalnya kalian mau punya tabungan mapan, gua merekomendasikan untuk menabung minimal 360rb/bulan atau biaya administrasi akan lebih besar daripada bunga yang kalian dapat.

Sekian update kali ini. Bye


21 Jun 2016 | KAGA ADA DUIT LAGI OM

'Kopo', salah seorang keluarga gua yang biasanya selalu membawakan makan siang ke kantor, kini sedang cuti selama 3 minggu. Gua dan orang-orang rumah harus merasakan bagaimana ngantor tanpa dibawakan makan, terlebih lagi di bulan puasa dimana makin sedikit orang yang berjualan makanan.

Ketika gua sering membuang lauk yang gak enak, kita sering bercanda, "Awas lu bren, giliran gak dibawain makan aja lu, pasti kewalahan. Harus terimakasih lu sama ai (tante)." Lalu gua hanya akan memberikan senyum dan wajah tak bersalah.

3 minggu tanpa makanan gratis tentunya membuat keuangan gua pecah berantakan. Bagaimana tidak? Gua belum merencanakan uang darurat untuk ini! Terlebih lagi gua baru saja pulang dari Medan. Gua belum bisa menerima kenyataan kalau tiba-tiba gua di tampar oleh statement : no money, no food. Perjalanan mencapai #BODYGOALS yang gua canangkan akan mencapai titik terpuruk sepanjang sejarahnya. Tetapi untungnya, gua punya sisa uang dari titipan uang asuransi Mom. Yang sebenarnya artinya adalah, gua punya hutang dengan Mom untuk menutupi uang makan selama 3 minggu.

Biaya makan tersebut setara dengan biaya transportasi ke kampus. Bahkan lebih! Padahal lagi libur kuliah, tapi kantong berasa lagi ngampus. . .

Terus uang nya cukup?

Tidak. Uang gua tidak cukup, guys. Gua merasa seperti anak kos di penghujung bulan yang benar-benar sekarat karena hanya sekedar membeli mie saja gua sudah tidak bisa. Sudah bisa membayangkan kemelaratan gua bulan ini?

Lantas apa yang kamu lakukan bren?

Sebelum memasuki liburan panjang, gua sudah ingin mengantisipasi dengan bekerja part time di Starbucks ataupun restoran. Tetapi apa daya, lamaran starbucks belum diterima dan gua malas untuk mengajukan surat lamaran ke restoran terdekat. Oleh karena itu sehabis pulang kerja, biasanya gua nganggur di kamar, browsing gak jelas. 

Sampai pada akhirnya, gua yang kurang kerjaan menjual baju-baju preloved alias bekas di Tokopedia. Bersyukur banget karena setelah beberapa hari post, sudah ada yang beli. Dari 0 gua dapat 20.000, lalu 10.000. Saat gua lagi bokek, mendapat uang Rp 30.000 tuh terasa senang banget!

Setelah sukses menjual 2 baju bekas dalam waktu yang singkat, gua ketagihan untuk menjual lebih banyak barang bekas gua. Bukan hanya baju, tapi juga tas, celana, dress, hape, sampai lotion yang jarang gua pakai juga gua jual di Tokopedia. Tidak puas dengan hanya menjual barang bekas, gua juga membangkitkan kembali semangat onlineshop dengan menjual baju-baju fashion. Kemudian ada lagi 3 customer yang membeli baju gua. Karena berjualan di Tokopedia menggunakan rekening bersama, itu artinya gua harus mengeluarkan modal terlebih dahulu untuk membeli 3 pcs baju itu. Uang yang tadinya pas-pasan di rekening, gua keluarkan untuk dijadikan modal menjual baju. Alhasil gua gak punya uang lagi. Saking bokeknya, gua merasa sedih dan bingung karena gua punya acara jalan bareng teman beberapa waktu lagi. Keadaan tak berduit ini semakin kronis sampai gua mencoba meminjam uang dari Bran (tapi tak jadi) dan rela tidak makan siang. Tapi gua beruntung, ciuciu gua traktir makan, sehingga hanya satu hari gua lewati tanpa makan siang. :")


Kamu gak malu bren jualan barang bekas?

Nope. Gua malah bangga berhasil menjual barang-barang yang memenuhi lemari gua. Senior gua bahkan menyuruh gua untuk menjual barang bekasnya juga. Jadi, gua gak malu sama sekali. Kalau gua malu, gua akan kelaparan berkepanjangan. 


Gua hanya berharap ketika hari menunjukkan tanggal 26 (gajian bulan ini lebih cepat dari biasanya), gaji gua ditambah dengan TUM alias Tunjangan Uang Makan. Kalau begitu kan, gua gak sedih-sedih amat. :")

Melihat situasi nyesek ini membuat gua harus segera merencanakan uang darurat. Gua akan mencoba menyimpan uang receh secara pasif, lalu membaca beberapa postingan tentang mempersiapkan uang darurat.

Gua akan berbagi cerita lagi ke kalian segera :)


15 Aug 2016 | HUTANG KE MAMA


Setelah kondisi keuangan agak aman di bulan Juli. Gua kembali lagi di landa 'kemiskinan' di bulan Agustus. Ini karena ...

gua ...

bego.

EHEM.

Gak sih. Gua pintar kok. Hanya saja gua terlalu ingin menuntaskan hutang gua sesegera mungkin. Sehingga ketika gaji diterima, hampir semuanya gua pakai untuk bayar hutang.

Hah? Hutang?

Iya, gua punya hutang karena gua memakai uang asuransi Mom. Ceritanya ada di atas, (kan?).

Setelah membayar hutang, gua baru menyadari bahwa bulan ini gua akan memulai kegiatan kampus. Melihat uang di dompet, kok, uang transportasinya gak ada ya. Hmmm....

Bego kan. Ngebet bayar hutang sih. 


3 Sep 2016 | RUGI MAIN FOREX

GUA KEHILANGAN $100 GARA-GARA MAIN FOREX.

Okeh, sebenarnya, entah kenapa, gua gak shock amet sih. Tapi setelah beberapa lama, akhirnya gua nangis juga. Sedih gitu ngelihat uang buat bayar kuliah malah habis gara-gara main forex.

Tuh, kan bren, makanya jangan ngasal!

Well, walaupun gua sempat nangis dan bersedih. Tapi kejadian itu tidak membuat gua enggan bermain dengan forex lagi. Sayang saja, gua sedang sibuk dengan urusan kantor dan juga kuliahan. Jika ada waktu, gua pasti akan mendalami forex jauh lebih lagi. HAHA. Dasar ngeyel. 


Update 11 Apr 2017

Udah lama engga ngupdate hahahhaha maap. Ternyata banyak juga yang kepo-in post ini.

Gua cuma mau info aja, kalau Tabungan Mapan dan Reksadana gua berjalan dengan lancar. Bahkan gua membeli reksadana lagi untuk Mom dan Troton. Kalau kalian penasaran, kalian bisa baca REVIEW HASIL REKSADANA. Itu selalu gua update tiap bulan kok.



28 May 2017 | HORANG KAYAH BAGI DUIT

Selama 3 bulan belakangan ini, sebenarnya gua mendapat kenaikan gaji *YEAY* I don't actually know the exact reason. Tapi gua merasa, it has to do with my family's life. Mungkin boss gua menaikkan gaji gua karena 'itu'. Haahaha apaan itu, bren? Ya kita sebut saja itu 'itu' dulu ya. Gua merasa kenaikan gaji gua adalah karena keluarga gua. That's why walaupun gua naik gaji, gua gak menganggap uang itu ada. #beuh #gapapamiskinyangpentingsombong 

Ya karena gak merasa itu milik gua sendiri, gua membagikannya kepada keluarga gua. Which is adalah Mom dan Sis. Tentunya porsi emak gua lebih banyak lah ya Hahaha.

But this is the uneasy part. Mom sekarang lagi ada di Australia, sementara dia meminta gua buat bayarin asuransi dia yang berjumlah dua biji. Gua sempat bahas sedikit tentang asuransi mom gua dengan salah satu anggota keluarga gua. Jadi gini, mom gua sekarang lagi ada di Australia, kalau pun dia balik lagi ke Jakarta dan amit-amit dia sakit, gua gak tau gimana caranya memanfaatkan asuransi itu. Dan kalaupun dimanfaatin, asuransi yang di beli sama Mom adalah asuransi yang tergolong murah, jadi gak cover semua jenis penyakit. Yang mana kata salah satu keluarga gua, itu gak ada gunanya sama sekali punya asuransi itu. Mom entah kapan balik ke Indonesia, dan asuransinya asuransi murahan, walaupun itu dua biji. Mendingan BPJS yang cover semua kan. So, I tried to talked to my Mom about that, tapi dia tetap kekeuh untuk meminta gua melanjutkan asuransinya. Dan gua gabisa menang. Haiiya. Akhirnya, gua 'ngebohongin' Mom kalau gua udah bayar asuransi dia. Padahal realitanya adalah gua mengalokasikan dana asuransinya ke reksadana. Jadi selama 3 bulan terakhir yang gua lakuin adalah membelikan Mom reksadana.

Ada juga alasan lainnya kenapa gua gak bayarin asuransi Mom langsung, yaitu karena dia sempat cuti premi selama hampir setahun. Gua pernah telpon ke CS asuransi tersebut via telpon (yang ternyata menguras pulsa gua, dasar!). Stelah gua tanya-tanya, asuransi yang dibeli Mom adalah unitlink dua-duanya. Yang mana ternyata setelah sekitar 7 tahunan dan 3 tahunan (gua lupa) bayar asuransi, nilai unitlink Mom cuman 2 jutaan dan 1 jutaain. Gua langsung shock. Like . . .Isn't it a waste of money?? Like seriously, 7 tahun bayar premi nilai investasi cuman 2 juta? Kalau uang itu gak dimasukkin ke asuransi tapi ke reksadana, I'm pretty sure itu bakal lebih dari 50 juta. Lihat kan perbedaaannya? Gua ngerasa gak ada gunanya asuransi kesehatan unitlink yang udah bertahun-tahun tapi hasilnya kaga ada. Nyesek dah. Apalagi pada saat pembukaan rekening, dikasih tahu iming-iming, "Ntar jika tutup usia dapat uang 60 juta loh!" Mom ngasih tau gua iming-iming itu dengan wajah yakin dan bahagia (?) waktu gua masih remaja. Dulu, emang uang 60juta itu rasanya gede banget. Kita cuman bayar dikit tapi bisa dapat 60 juta. Jujur, dulu itu emang bagus banget penawarannya. Tapi sekarang setelah gua tahu tentang reksadana, gua malah merasa uang 60 juta itu sedikit. Apalagi dengan adanya inflasi kan. Jadi gua gak merasa asuransi is my thing, and my Mom's thing too. 

I don't know. Gua ragu banget sih. Mau ngelanjutin atau tidak?  Kalau kalian jadi gua, kalian bakalan ngapain?

Buat sis sendri, gua emang ngasih dia duit. Bukan karena dia gak ada duit. Tapi lebih karena dulu sewaktu kita sering jalan bareng, gua selalu morotin dia. "Bren, bayarin makan ya. Bren, bayarin dulu ya." Pokoknya gitu deh. Ogah rugi gua mah. Bisa dibilang hutang gua ke Bren itu udah bertubi-tubi jumlahnya. Selagi gua punya 'dana lebih' ya gua bayar kembali hutang gua sama dia. Itupun kadang gua masih suka minta dia bayarin HAHAHA.  #MaapYak

Sekian update dari gua. Berasa jadi orang yang makin mandiri bah.


  • Share:

You Might Also Like

9 comments

  1. ohmaigot, akhirnyah cici kita yang satu ini bikin tabungan mapan, mari kita kasih keprok sama brenda pemirsah.....

    eh ci, elu ngapa bingung belom punya NPWP, daftar aja online ! gw aja daftar online, bahkan semua temen kantor yang belom punya gw bikinin. yang penting lo punya scannan KTP, ntar daftar aja online. kalo udah selesai, ntar secara otomatis dia akan masukin lo ke kantor pajak terdekat. nah, disitu kan ada no teleponnya, lu telpon deh kantor pajaknya, bilang 'mau konfirmasi pembuatan NPWP online'. Kalau udah di-approve kartunya akan langsung dikirim ke alamat kita. Jadi gak ada itu acara dateng ke kantor pajak, and FREE OF CHARGE !

    important note: jangan lupa lo centang penghasilannya yang paling sedikit, biar gak bayar pajak pas SPT Tahunannya ! Huhahahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. HAHAHA, Makasi keprokannya, mas!

      Bingung banget sama NPWP karena pas mau nyari artikel di google, ini kepala nyut-nyutan gak jelas. Apalagi tempat tinggal KTP sama domisili berbeda. Dan segala blablablabla lainnya. No no no dulu deh buat itu.

      but, thanks a lot for the tips.

      PS: Buatin deh NPWP sebagai salah satu materi TF lu. :D :D :D

      Hapus
    2. noted ! akan keluar bulan depan

      Hapus
  2. Perjalanan keuangan yang menarik. Sangat inspiratif sekali di usia muda sudah berpikir pembiayaan kuliah dll :) Tetap semangat berinvestasinya Mbak, apa yang ditabur saat ini kelak akan menuainya dengan hasil maksimal :)

    Btw Mampir-mampir ya Mbak ke blog saya, masih newbie nii.. Saya juga sering curhat masalah keuangan kayak Mbak :D hahaha..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hi! Terimakasih sudah mampir dan memberi komentar :)
      Siap, saya akan sering mampir kesana sekaligus belajar.

      Hapus
  3. Hi mbak,

    Kalo Dream Savernya CIMB itu kek apa ya ?
    Share juga donk :)

    Di web resminya terbatas infonya sih

    Thanks

    BalasHapus
    Balasan
    1. Gua sih belum pernah buka Dream Savers. Tapi sepertinya kurang lebih sama dengan Tabungan Mapan. Hanya saja untuk Dream Savers utk periode singkat, paling lama 1 tahun saja. Terus gak ada biaya admin. (klo gak salah). Secara bunga sih sepertinya sama. Tapi lebih jelasnya bisa calling-calling sama CS CIMB hahahha

      Hapus