Kartu ATM BCA Lenyap!

Minggu, November 29, 2015


o o o 

SIAL o o o



--

Entah kenapa setiap kali gua punya niat untuk melakukan sesuatu yang baik, gua selalu saja dapat masalah. Entah itu karena kecerobohan gua, ataupun emang lagi sialnya aja. Hadeuh, capek banget dah.

--


Di minggu siang dimana perut bergejolak karena tidak ada asupan makanan semenjak pagi, gua bergegas mandi dan mengambil ATM dan hape. Dengan hanya mengenakan t-shirt polos dan celana pendek, gua keluar rumah lalu merantau ke Indomaret depan kompleks. Gua pun melakukan transaksi di ATM, yaitu transfer ke rekening GigiTakRata untuk bayar hutang yang telah lama gua lupakan, dan menarik tunai untuk tujuan membuka tabungan baru di hari Selasa. Sehabis itu, gua mengirim foto bukti transfer ke GigiTakRata. Tak lupa juga mencatat transaksi gua di Expense Manager agar saldonya berubah. Menghampiri lemari pendingin, gua melihat keju stik yang sepertinya lezat. Gua pun mengambil satu, lalu berjalan-jalan ke rak mie instant dan mengambil mie favorit gua, dua Mie ABC Sup Tomat Pedas dan satu Mie Sedaap Kari Ayam. Lalu gua mencuci mata sejenak di bagian pembersih ruangan dan mengambil deodorizer kamar mandi rasa Lemon merk Swallow. Selesai dengan semuanya, gua menghampiri kasir untuk membayar. Kasir pun mengembalikan uang beserta belanjaan gua. Gua pun berencana keluar . . .

Tapi . . .

Kok . . . Ada yang kurang yah?

Kok. . . kantong gua gak ada isinya? 

Setelah gua mikir-mikir, gua baru sadar kartu ATM gua tidak ada di kantong!

OMG!

Gua hampir panik. Di belakang gua ada orang yang masih ngantri, jadi gua pun mundur lalu berdiri di depan mesin pembayaran indomaret sejenak, membuka plastik kresek dan melihat isi yang ada di dalamnya. Apakah kartu ATM gua dimasukkan ke dalam plastik?? Masih sibuk merogoh plastik, ternyata di belakang gua ada orang yang nungguin. Orang yang sama yang tadi nungguin gua pas di kasir. Pas gua noleh, mba-mba indomaretnya nanya, "mba mau isi pulsa?" Gua hanya setengah tersenyum lalu pindah lagi ke kasir yang gak ada orang. Gua membuka plastik itu, mengeluarkan mie satu persatu, tapi hasilnya nihil. Tidak ada kartu ATM di dalam!! Sialan. Pas itu gua noleh lagi, ternyata orang yang daritadi nungguin gua di mesin pembayaran juga nungguin gua lagi di kasir. Duh, berasa gak enak gua pergi lagi. Untung pas itu mood gua masih baik, kalo enggak barangkali udah gua tendang aja tuh orang, daritadi di belakang gua mulu. Dih. 

Gua pun menelusuri setiap rak yang ada di Indomaret, barangkali gua gak sengaja ninggalin kartu ATM gua di sela-sela cimory, bubur instan, deodoran, atau mungkin pembalut. Tapi hasilnya NIHIL! Gua gak menemukan apa-apa. 

Gua pun bohuat, meminta bantuan ke mba-mba Indomaret. Sialnya, pas gua nanya banyak orang yang lagi ngantri di kasir. "Mba, sepertinya kartu ATM saya ketinggalan tapi gak tahu dimana..." Mba itu ngelirik ke sebelah dimana banyak pelanggan yang ngantri, terus dia membeli senyum kasihan ke gua. "Mungkin ketelan kali..." Gua merasa tidak mungkin kartu ATM itu ketelan. Sepertinya gua sudah menariknya lagi. Karena melihat mba-mba itu kebanjiran pelanggan, gua pun meninggalkannya dan pergi mencari sendiri. 

Gua berjalan ke arah ATM lalu melihat seorang bapak-bapak yang rambutnya mulai putih mengenakan t-shirt warna army. Sepertinya ini bapak-bapak yang ada di belakang gua pas milih keju di lemari pendingin. Lantas gua curiga dengan bapak-bapak itu, apalagi daritadi gua keliling indomaret, dia juga cuma mondar-mandir! Jangan-jangan dia lagi yang ngambil kartu gua!? Dih, gua mau memberanikan diri nanya ke bapak itu, "Pak, ngaku gak kalo udah ambil kartu saya?!" Tapi gak berani karena terlalu frontal. Bapak itu juga sudah selesai menentukan pilihannya, ia mengambil minuman orange dan pergi ke kasir. Merasa kembali bohuat, gua pun langsung membuka hape, buka google, terus search: "Kartu ATM di telan."

Di situ dijelaskan 3 hal kenapa kartu ATM bisa "tertelan" :
  1. Terlalu lama arik kartu setelah selesai transaksi. --> gua rasa ini yang menyebabkan kartu gua ilang tiba-tiba. Karena setelah tarik tunai, gua langsung foto bukti transfer ke GigiTakRata. Mungkin gua kelupaan ambil kembali kartu dan langsung ke lemari pendingin. Haiya.
  2. Mesin ATM rusak / Listrik padam
  3. Memasukkan PIN salah berulang-ulang.



Kemudian gua membaca artikel, apa yang harus dilakukan ketika ATM tertelan. 

Jawabannya:

JANGAN PANIK.

Apapun yang terjadi JANGAN PANIK, katanya. Lah gimana gak panik, duit tunai gua tinggal 200rb-an. Lusa mau ajuin tabungan baru lagi. Kalau misalnya duit gua gak cukup gimana? Gua gimana bayar Gojek? OMG!!!

Akhirnya gua memusatkan pikiran pada artikel tersebut. Penulisnya memiliki nasib yang sama seperti gua, kartu ATM Mandirinya tertelan. Ia pun menjelaskan untuk telepon ke bank bersangkutan untuk blokir kartu. Lalu pergi kantor cabang terdekat dari cabang bank terdekat untuk mengganti kartu baru dengan membawa KTP asli dan buku rekening. 

Gua pun menelepon HALOBCA di 1500888. Pertama kali nyoba gua lupa kalau harus memberikan nomor rekening sebagai acuan pegawai BCA untuk mengambil data. Akhirnya gua telepon kedua kali (setelah selesai makan mie). 

Biar cepet, langsung tekan 1 (bahasa Indonesia), lalu 0 (layanan customer service). Setelah itu masukkan nomor rekening. 

Gua pun di sambungkan dengan seorang lelaki. Ehem. Gua pun menjelaskan bahwa kartu gua tertelan, pegawai tersebut menawarkan untuk melakukan pemblokiran. Namun sebelum di blokir, gua harus memberikan detail diri lengkap gua. Seperti nama lengkap, tempat dan tanggal lahir, alamat lengkap sesuai KTP. Lalu ia akan menanyakan nama lengkap ibu kandung. Kemudian ia akan menanyakan transaksi terakhir yang dilakukan bila masih ingat, serta meminta kita untuk menjelaskan kronologi tertelannya kartu. 

Setelah berhasil diblokir, pegawai tersebut menginformasikan kembali transaksi terakhir gua yang syukurlah masih aman. Tidak ada transaksi baru setelah gua menarik tunai. Karena ini pertama kali gua kehilangan kartu, ia pun menjelaskan cara mengganti kartu. Kita orang perlu pergi ke cabang bank BCA terdekat sekaligus membawa KTP asli dan buku rekening. Untuk penggantian kartu baru juga dikenakan biaya, yaitu Rp 10.000, utk Silver, Rp 15.000 utk Gold, dan Rp 20.000 Platinum. Sekedar info, penggantian kartu yang langsung jadi tidak akan ada nama kita lagi. Kalau mau munculin nama, bisa kok, tapi harus nunggu 7 hari kerja. 

Selesai menelepon HaloBCA, gua buru-buru mengecek tarif telepon terakhir. HIKS. Tagihan gua udah mencapai 50rban. Padahal gua jarang nelepon dan SMS. Mungkin benar kalau telepon di HaloBCA itu harus siap-siap pulsanya dimakan. Terakhir kali gua telepon untuk pengajuan m-banking, pulsa yang baru gua isi 25rb lenyap dalam 7 menit. Emejing. Boleh kali kita request telepon ke BCA hanya dikenakan tarif sekali. Misalnya cuma 5rb per telepon. Kalau gini kan jadi bengkak. Aish....

Transfer ke sesama BCA kena biaya transfer. Transfer ke rekening lain kena biaya transfer. Tiap bulan kena lagi biaya administrasi. Yailah, bunga sebulan gak cukup nutupin biaya administratsi bah. Cemana pulak. Sialan juga!

Sekian, keluh kesah di hari Minggu saya. Terimakasih. 

  • Share:

You Might Also Like

2 comments

  1. hahaha, kasian... *pukpuk*
    ci, elu kalo nelpon halo bca pake telpon rumah dong, jatohnya gak mahal. mau yang gratis? PAKE TELEPON KANTOR, AHAHAHA
    dih, sejak kapan transper ke sesama BCA bayar? gratis kali. emangnya BRI, transper sesama BRI bayar-___-'
    kalo lain bank mah emang bayar, 7500. semua bank sama biaya transpernya, ditentuin Bank Indonesia soalnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. HAHA, biasa juga nyuri telp kantor *evil laugh*

      Setelah pergi ke kantor cabang, gua baru nyadar sesama BCA gak ada biaya transfer. WKWK. Baguslah :3

      Hapus