Dibalik Aku, Kamu, dan Dunia

Kamis, Juli 30, 2015

Apakah akan selalu ada alasan pada setiap peristiwa yang terjadi?

Gua selalu berpikir bahwa segala sesuatu yang terjadi selalu punya alasan tersendiri.
Tapi belakangan ini gua menyadari bahwa ada juga hal-hal yang terjadi tanpa alasan tertentu.

Termasuk orang manakah lu?

Dulu gua mengira bahwa kita sebagai manusia merupakan makhluk yang ego-nya terlalu tinggi untuk mengabaikan ataupun menghindari adanya alasan. Gua mengira berpikir tidak adanya alasan agar sesuatu hal untuk terjadi adalah karena kita terlalu takut untuk mengklarifikasikan alasan itu sendiri. Kita malu, takut, tidak ingin merasa alasan itu benar. Sehingga kita yakin bahwa sebenarnya tidak ada alasan yang cocok untuk sesuatu hal tersebut. Tapi kini, setelah sesuatu hal terjadi, gua rasa teori itu tidak lagi benar. Kini gua merasa alasan itu gak penting lagi.

Pertanyaan yang paling sulit di jawab dan sangat ambigu adalah pertanyaan:
Untuk apa aku, kamu, dan dunia ada?

Tolong jangan berikan gua jawaban seperti "Aku ada karena kamu. Kamu ada untuk aku. Dan dunia ini? Adalah untuk kita berdua. Hingga hembusan nafas terakhir kita berakhir, kita akan selalu ada untuk memenuhi satu sama lain. Karena aku tak bisa sendiri tanpamu. Begitu juga sebaliknya, 'kan?"

UHUEK!

Geez. Lain kali gua dengar orang nge-gombal kayak gitu, gua bakal kasih teplakan kuda.

Okay, terserah. Katakan gua sinis. Katakan gua gak mengerti apa-apa.

Yang jelas, sel-sel dalam tubuh gua akan bereaksi aneh ketika gua melihat hal cheesy di dunia nyata. Yang artinya, hal-hal cheesy di dalam drama masih bisa gua toleransi dan bahkan gua akan menganggap itu cute. Tapi tidak dengan di dunia nyata. Gua mungkin akan berpaling muka sebentar untuk menghirup udara yang less-cheesy.

Okay. Okay. Untuk tingkah laku gua yang agak anti-cheesy-in-real-life itu memang ada alasannya. Karena gua masih jomblo. Taiiii. Mungkin itu alasannya kali yah. Tapi... tetep taiiii.

Berbagai agama juga akan memberikan jawaban yang berbeda.
Sayangnya, entah kenapa, gua belum menemukan jawaban yang pas dan masuk akal.
Sehingga gua merasa. . . bahwa tidak ada alasan tertentu untuk apa kita dilahirkan.
Dan alasan itu yang akhirnya melahirkan alasan lain yakni... tidak ada alasan tertentu bagi kita untuk melakukan apapun.

Jadi, kenapa kita melakukan hal ini dan hal itu?
Buat menikmati hidup. 

Kenapa gua sekolah? Biar pinter. Kenapa gua mau pinter? Biar bisa dapat kerja. Kenapa gua mau dapat kerjaan? Biar ada penghasilan. Mau diapain penghasilan gua? Buat makan dan menikmati hidup. Ngapain makan? Biar gak mati. Kenapa takut mati? Takut gak bisa menikmati hidup lagi. Emang harus banget menikmati hidup? Terus emang mau hidup sengsara mulu?? Dih.

Sehubungan dengan menikmati hidup, sebenarnya kembali lagi ke topik cheesy yang tadi. Gua sendiri merasa menikmati hidup itu bareng-bareng. Dengan keluarga, atau temen, atau pasangan. Menikmati hidup versi gua itu melakukan hal seru yang belum pernah gua lakuin sebelumnya atau belanja. Pengen mencoba something new yang worth-to-try seperti travelling, backpacking, camping, snowboarding, apa aja kegiatan luar yang menantang dan menarik hati. Pengen juga bebas milih baju bermerk apa aja. Duh... Wanita, oh wanita. :D

Kapankah saatnya gua bisa santai sejenak dan melakukan hal yang gua suka bersama orang yang tepat?

Tunggu sekuel drama Russia selanjutnya di ANTeVe. #eh #SalahFokus #AquaManaAqua



  • Share:

You Might Also Like

0 comments