K-Drama Pros and Cons

Minggu, Desember 14, 2014

Kalian patut menyadari bahwa gua merupakan seorang penggemar drama Korea. Bukan hanya gua, tapi mungkin sudah seperempat wanita Indonesia menyukai drama Korea, dan setengah manusia Indonesia menyetujui bahwa drama Korea lebih bagus daripada sinetron Indonesia. Does anyone agree with me?


Gua yang sudah mengikuti perkembangan drama Korea dari Secret Garden sampai sekarang mulai merasa ada sesuatu yang aneh. Sesuatu yang rasanya mengganjal di hati, yang rasanya menggresek-gresek pikiran gua sampai pada akhirnya gua memutuskan untuk membuat postingan ini. Kenapa? Semakin lama gua melihat drama Korea dan juga film Korea, gua menyadari akan opini yang akan selalu kita dapatkan ketika kita melihat sesuatu. Gua yakin kalian yang menonton drama Korea akan selalu mengingat scene-scene paling best dari salah satu drama itu. Tapi gua juga yakin, tanpa kalian sadari tingkah laku kita juga semakin lama mengikuti tingkah laku aktor Korea. 

Gak perlu jauh-jauh, gua saja cukup untuk menjadi contoh. #eaalaaahhhh Kosa kata gua yang semua cuma bahasa Indonesia, English, Mandarin, atau Hokkien, kini bertambah dengan Korea. Gua sudah bisa membaca dan menulis tulisan Korea walau masih newbie kelas terie. Padahal gua sama sekali gak fokus belajar bahasa mereka, tapi kata-kata Korea bisa menancap dengan indah di pikiran gua. Kata-kata yang paling sering terdengar barangkali adalah: Anyeong! (Halo!) YAA! (Woiii!!) Micheoso! (Gilaaa!) Kiyoooo! (Cute!) Mong~! (Bengong~) Jajjangna! (Nyesekkin!) Yah memang gak semua cara penulisannya benar tapi kira-kira itulah bahasa-bahasa Korea yang gua kenal dan sering gua pakai walau kalian gak sadar. 

Bukan cuma bahasa, tapi ada beragam aspek lain yang ikut tertanam dalam otak kita selama kita terus menonton. Gak cuma drama Korea aja sih, sinetron Indonesia, film Hollywood, Bollywood, itu semua juga bisa memberi kita dampak. Tapi karena kali ini gua ingin membahas Korea, yahhhh Korea ajalah ya. 

Okay... Sebelum gua menulis lebih lanjut, gua ingin mengklarifikasi bahwa apapun yang gua tulis disini adalah subjektif. Kalian boleh merasa gua konyol. Seseorang yang turut menyukai drama Korea juga bisa mengkritik kesukaannya? Yah, kalau bahasa kerennya, gua itu cukup professional. #teplak #nyoknyok Walaupun ini postingan just for fun, tapi simaklah baik-baik cons yang gua tulis.

PROS!
--- berisi tentang scene-scene lucu dalam drama dan juga hal-hal meaningful dalam drama ----

LOL SCENE:



THAT MOMENT KETIKA LU MERASA SE-PERVERT PEMERAN UTAMANYA!

lol. Pertama kali gua ngeliat adegan itu, mata gua langsung melek, "WHAT THE??" Tapi kemudian gua mulai tertawa ngakak karena scene itu membuat gua geli sendiri karena ikut merasa seperti pemain utamanya Suprlus Princess, Kim Ha Ni (Jo Bo Ah) yang pervert banget. #gelenggelengkepala #daebak 

updated: So, sekarang entah kenapa setiap kali gua melihat cowok yang pake celana ketat dan badannya lumayan berisi, gua selalu teringat scene apple butt ini dan merasa geli sendiri! #pervyalice 

"That juicy apple butt~!"


SO-TRUE SCENE:


THAT MOMENT KETIKA ORANG LAIN UDAH NGERTI TAPI LU MASIH BELUM NGERTI JUGA

Mukanya Min Se Yi (Ha Yeon Soo) di Monstar so damn true banget bagi gua. Mukanya yang mong~, bloon, dan polos. (y) Parahnya terkadang muka kita yang bloon itu bisa lebih menyedihkan dari itu. HAHAHHA.

Pasti sering banget adegan-adegan yang rasanya so-true banget. Mungkin itu karena Korea lebih mengaplikasikan kehidupan nyata dengan yang ada di drama hanya saja diberi bumbu cheesy, cliche, romantic, dsb.

Ini yang menurut gua perlu di lihat lagi di sinetron Indonesia yang terkadang lebay nya itu kebangetan. Semacam, itu adegan sinetron yang gak akan pernah mungkin terjadi di dunia nyata. Ada aja lah.

AWESOME EDITING

Lu tahu lah, seberapa hinanya orang Indonesia yang selalu ngejek film Ind0siar yang pemerannya naik makhluk terbang. Iya, jujur, gua juga selalu nganggap sebelah mata film editan Indonesia. Perkembangan yang gua lihat adalah ketika gua menonton Ganteng-Ganteng Serigala dan cukup terkesima dengan editan mereka yang lumayan hampir bagus. Bukan sudah bagus sih. Tapi bagus tapi perlu dikembangkan lagi. Gua harap dengan banyaknya orang alay yang masuk DKV, sinetron Indonesia bakal punya editan yang lebih bagus.  :D

Okay, gua pengen bilang gua suka banget sama editan drama Korea yang DAEBAK banget. Kenapa? Karena gua gak nyangka mereka bakal mengerahkan skill mereka pada drama juga. Mereka benar-benar ingin membuat drama mereka terlihat bagus, dengan editan yang bagus juga. Contohnya adalah adegan Man From the Stars ketika Do Min Joon (Kim Soo Hyun) si alien ganteng menghentikan waktu dan menolong gadis kecil disana. It's really... wow. Pikiran gua langsung muncul, "Gila... Cuma drama aja bisa sekeren gini!" Ngacung jempol! Ada juga adegan ketika Hoon di Doctor Stranger mengimajinasikan dirinya mengoperasi seseorang. Lalu ketika Hoon mendeteksi jantung seseorang, akan ada animasi tambahan besertanya. It's awesome! And I think it's really take time to make that scene!

Sayangnya, gua gak menemukan cuplikan video itu Youtube :") But you guys should see it, Man From Stars K-Drama, afterall, is unbelievably popular everywhere.


LIKE REAL, THAT PADDUM-PADDUM HEARTBEAT

Terkadang ketika nonton, jantung kita akan ikut berpacu serasa ikut deg-degan seperti pemerannya. Korea mulai pintar menyulap hal palsu menjadi seperti nyata.

Sebenarnya gua ingin ngasih cuplikan video Doctor Stranger dimana Hoon (Lee Jong Suk) memotong dada pasiennya hingga menggenggam jantung orang itu yang masih berdetak. Tak cukup juga, drama tersebut juga memamerkan betapa wow-nya Hoon mengoperasi pasiennya. Gua sempat ragu, "Ini berhasil gak, berhasil gak, berhasil gak??" Hampir deg-degan dengan riwayat hidup pasiennya.

Tapi sayangnya, gua gak menemukan video itu di Youtube. But instead, I found this. Gua tahu film-film China juga pintar membuat adegan perkelahian, seperti IP Man. Film barat juga gak kalah kerennya. Tapi Korea juga gak kalah juga. Sebenarnya gak semua adegan perkelahian di Korea bagus, tapi untuk Man From Nowhere, gua ternganga. That's ... whoah. Buat lu yang gak sanggup nonton perkelahian penuh darah, mending video itu gak usah dibuka. Karena, gua juga gak begitu berani nonton adegan ini sampai merasa lagi nonton film hantu. But, ketika si Ahjussi Cha Tae Sik (Won Bin) mulai berkelahi dengan musuh terkuat, gua menontonnya sampai 'daebak-daebak'an.

*note: Fighting scene get interesting on the second minutes*




PRODUCT PLACEMENT

Ini strategi yang baru gua ketahui yang membuat hampir semua orang berbondong-bondong membeli SAMSUNG. YA KAN?! Ketika pemeran drama tersebut menggunakan Samsung dengan begitu cutenya, dengan begitu kerennya, kita sebagai penonton juga ikut tertarik dan kemudian Samsung menjadi begitu booming di Indonesia. Belakangan gua baru menyadari bahwa itu adalah salah satu strategi marketing orang Korea. (Y)! Pantas, kebanyakan drama Korea gak punya iklannya! Ternyata di drama tersebut sudah ada iklan terselubung yang membuat kita mudah terpikat! HAHAHA...

Adegan-adegan yang paling sering membuat gua tergiurkan adalah ketika semua pemeran memakai samsung sekaligus dengan phone covernya. Ketika mereka menelepon, mereka gak perlu membuka covernya lagi karena sudah ada space khusus yang di 'bolong'-i di area cover. Selain itu, ketika  Lee Ga Young (Shin Se Kyung) di Fashion King mendesign baju nya dengan menggunakan Samsung Pen, gua langsung tergoda menginginkan Samsung Note. :"D

Tak hanya Samsung, ada berbagai produk lain yang nempel di drama. Contohnya ketika Lee Jae Ha (Lee Seung Gi) di King 2 Hearts yang mempromosikan Dunkin Donat berbentuk Love sebagai hadiah untuk Kim Hang Ah (Ha Ji Won). Juga ada Yoon Sol (Kim Seul Gi) dan Joon Ho (Yoon Hyun Min) di Discovery of Romance yang nongkrong di Subway (tempat makan di Korea), atau ketika Cha Jung Woo (Joo Sang Wook) berperan sebagai president Don't Talk di Cunning Single Lady dan semua pemeran lainnya termasuk Na Ae-Ra (Lee Min Jung) menggunakan applikasi itu sebagai messenger mereka, (Gua sempat mendownload Don't Talk juga, tapi karena gak ada yang pakai, gua uninstall T_T)


CONS




TEMPAT YANG ITU-ITU AJA

Beberapa waktu belakangan ini, ketika gua menonton drama-drama Korea, gua mulai sering mendapati kalimat "Ini kan tempat yang ada dalam drama X" keluar dari otak gua. Setelah kalimat itu keluar, otak gua mulai memberi respon kurang sreg pada drama yang sedang gua tonton itu. Rasanya bosan aja kalau ngeliat drama yang lokasi syutingnya selalu itu-itu aja. Karena sesungguhnya tempat adalah hal yang cukup momentus. Dimana ketika lu pergi jalan-jalan ke negara pembuat drama tersebut lu akan keceplosan berkata, "EH ini kan pas scene yang cute itu di drama X!! Foto ah! Foto ah!" Tapi kalau lokasi momentus itu telah dipakai untuk scene dari drama judul lain, gua yakin niat lu  buat foto jadi berkurang.

LOKASI MAKSA

Awalnya gua selalu memuji drama Korea yang bisa memakai rumah sakit BENERAN untuk menjadi lokasi syuting mereka dan mengejek sinetron Indonesia karena memakai rumah sakit BOHONGAN. Tapi entah kenapa, belakangan ini gua mulai menyadari ada juga drama Korea yang maksa menggunakan rumah mewah biasa untuk menjadi lokasi lainnya. Contohnya yang gua temukan di drama, "My Secret Hotel"

Itu menggelitik gua dan membuat pikiran gua selalu berteriak, "INI KAN BUKAN HOTEL! Cuma dibuat mirip hotel!"


TAPI. Dissapointment gua cukup terbantu oleh niat penata setting drama tersebut karena mereka selalu memberikan simbol-simbol perusahan di hampir semua lokasi syuting yang mereka buat. Seperti yang ada di pintu lift, belakang meja direktur, dll. Well, it soothe a little. Muaha.

TOO MUCH FREEDOM

This is what I fear the most.
Ini yang paling gua takuti.

Anak muda adalah bocah-bocah yang serba ingin tahu, merasa dirinya benar, kreak, dan susah di ajari. Ya memang ada anak kecil yang sudah pintar masak seperti Master Chef  Junior. Tapi tahukah kalian ada  jugaanak kecil yang sudah bisa merokok, melakukan penganiayaan, dan parahnya melakukan tindakan asusila? Oh, God. Ketika gua mendengar senior gua menceritakan berita tersebut, gua merasa begitu jijik. Bagaimana bisa separah itu? Itu masih anak-anak 'polos' yang belum tahu apa-apa.

Parahnya, remaja yang sudah mulai mengenal lingkungan sekitar juga masih mempunyai sifat seperti itu.

Ingatkah tadi gua menceritakan bahwa drama Korea bagus karena mengikuti kehidupan nyata?
Memang benar. Tapi tidak seluruhnya. Kebebasan yang ditunjukkan di drama Korea itu menurut gua kurang tepat ditayangkan. Entah kenapa tiba-tiba gua merasa Indonesia masih ada benarnya memakai lembaga sensor film untuk menyensor scene-scene awwwhhh. Hmmm

Okay, langsung aja gua daftarkan beberapa 'too much freedom' yang ditayangkan di drama Korea.

1. DRINK SOJU.

Gua gak yakin ini harus dimasukkan ke daftar cons. Karena ... gua terkesan begitu munafik. Coba lihatlah drama Korea, gua yakin minimal pasti ada satu adegan dimana pemainnya meminum bir/soju sampai mabuk. 100% pasti ada. Apalagi drama Korea yang baru-baru ini, mana sih yang pemerannya gak mabuk??? Gua merasa kalau gak ada adegan mabuk itu, drama Korea terkesan polos dan kaku. Hmm...

Apakah meminum bir sampai mabuk itu tindakan yang benar? Menurut agama sih tidak.

Tapi jujur aja, siapa yang gak tertarik menghilangkan rasa stress, merasakan rasa pedas di tenggorokan, dan melupakan semua penat yang ada? Gua saja tertarik. Makanya gua merasa ini merupkan daftar paling munafik.

2. FREE SEX.

Ini umumnya datang setelah #1 DRINK SOJU. Kedua pihak mabuk, mereka pun pulang ke kamar salah seorangnya, lalu tidur bersama dan akhirnya... ahhhhgitulah.

Minum bir masihlah bisa di toleransi criminalnya. Tapi FREE SEX? ohoho bentar, bentar. Di drama Korea, pasangan yang sudah jadian biasanya sering nginap di rumah salah satunya. Mabuk atau tidak, mereka bertindak seolah tidak ada yang salah dengan melakukan sex. Gua bisa mengatakan ini karena memang ada adegan itu di drama 'Marriage Not Dating' , 'Discovery of Romance'. Bahkan di salah satu adegan Discovery of Romance, pemerannya mengatakan bahwa sekarang syarat untuk jadian adalah dengan melakukan seks. Okay, are you kidding meh?? Where did dignity go? Then I thought, there's no virgin left on Korea. Ridiculous as it may sounds, but... seriously? You ain't a couple just because you ain't do sex? Shiiitt that sense!

Jangan sempat gua ngedengar lu ngomongin hal yang sama. Gua jijik. Okay. Gua jijik.




Jadi, itulah beberapa pro dan kontra Drama Korea menurut gua.
Sekali lagi gua mau bilang, kalau itu semua hanyalah opini subjektif.

  • Share:

You Might Also Like

0 comments