Buat Paspor itu Susah

Selasa, April 19, 2011

tulisan ini diambil dari hanaruhanaru.blogspot.co.id

Pagi ini aku bersama Mom pergi ke tempat pembuatan paspor di Medan.

Sesampainya disana, kami malah dilarang masuk. "Bu, tidak boleh masuk bu. Ini kantor, ibu harus berpakaian yang rapi." Nah lho, kita kan sudah berpakaian rapi... "Harus memakai celana panjang bu. Kita ini harus biasakan berpakaian rapi kalau berada di kantor, pakai celana panjang. Lebih baik, ibu pulang kerumah, setelah itu ganti celana ibu, lalu balik lagi kesini"

Bah, ada-ada saja bapak ini. Gua dan Mom sudah jauh-jauh datang kesana, malah disuruh balik lagi. Waktu itu aku sudah geram sekali. Namanya juga orang jarang pergi ke sana. Yah, tidak tahu lah mengenai hal tersebut.

Setelah itu, kami pergi ke tempat teman Mom, dan bertanya dengannya. Teman itu bilang , "Disebelah tempat pembuatan paspor ada penyewaan celana panjang, coba pergi saja kesana."

Kami lantas pergi tempat penyewaan tersebut, dan menyewa sebuah celana panjang. Biayanya ya sekitar Rp 5.000. Untung saja ada penyewaan tersebut, kalau tidak pasti harus bolak-balik seperti orang bodoh.

Mom juga curhat dengan orang itu, dia berkata bahwa kalau urusan paspor seperti Mom (paspor basah), paling tidak harus bolak-balik 10 kali. Kalau mau mereka urus, harganya sangat mahal sekitar Rp 2,7 juta.

Wah, ternyata untuk mengurus paspor saja harus mengorek uang yang begitu banyak. Mereka yang mengurus paspor sepertinya mendapat untung yang banyak dari situ.

Selanjutnya setelah berganti celana, Mom pergi menghadap kekantor dan gua hanya menunggu di temoat penyewaan celana. Setengah jam kemudian, Mom balik lagi. Pengurusan paspor sudah beres.

Eits, kok sudah beres? Bukannya harus bolak-balik lagi? Hmm... Ah Rupanya Mom menggunakan jasa yang ditawarkan petugas paspor tersebut. Kalau mau sendiri urus uangnya lebih murah sekitar Rp 500 rb, tapi harus bolak-balik. Sedangkan jasa yang ditawarkan adalah 'Duduk manis', uang yang dikeluarkan relatif besar. Bayangkan saja, keuntungan yang diraup petugas adalah Rp 1 juta! Tapi ibuku cuma perlu datang sekali untuk foto, setelah itu selesai.

Tak habis pikir, bahwa mengurus paspor sangat rumit! Kalau ada uang sih gampang, tinggalkan menggunakan jasa yang ada. Tapi bagi yang tidak ada uang? yah, akhirnya harus bolak-balik. Sungguh merepotkan!

Apakah memang harus bolak-balik? Atau tidak harus?

Bayangkan saja, hampir semua orang gua kenal komplain tentang kinerja petugas paspor. Mereka komplain, untuk membuat sebuah buku kecil itu saja harus repot-repot menunggu, dan bolak-balik. Banyak, deh kekurangan petugas paspor itu. Membuat orang repot. Gua sendiri pun sebenarnya sudah geram dibuat mereka.

Bagaimana pendapatmu ??

  • Share:

You Might Also Like

0 comments